
Photo
JawaPos.com - Sejak tiga tahun terakhir dua nama begitu fenomenal di Indonesia. Pertama Presiden Joko widodo yang biasa disapa Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ahok namanya dikenal sejak keterpilihannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di 2012 hingga dia lengser sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017 saat divonis hukuman penjara atas kasus penistaan agama.
Sedangkan Jokowi selain sebagia orang nomor satu di negeri ini, dia sangat menjadi fenomenal ketika kemunculannya dari Wali Kota Solo, berlanjut di Pilkada DKI Jakarta 2012 hingga terpilih sebagai Presiden pada 2014 lalu. Kedua tokoh ini lebih dikenal dengan panggilan akrabnya, yakni Jokowi dan Ahok.
Menurut psikolog dan Ahli Restrukturisasi Nama, Ni Kadek Hellen Kristy, nama Jokowi dan Ahok tidak bagus secara perhitungan dengan pendekatan psikologi transpersonal.
Dia menggunakan berbagai kode dan rumus untuk membaca nama sesuai tanggal lahir seseorang. Nama Joko Widodo itu hampir sempurna dan ideal dengan aktualisasi yang tinggi. Nama Basuki Tjahaja Purnama juga nyaris sempurna sebesar 90 persen.
"Sayangnya ketika nama itu berubah menjadi Jokowi dan Ahok maka nilainya menjadi disharmoni atau negatif. Kalau diurutkan, Ahok itu terburuk pertama ketimbang Jokowi. Jokowi kedua," jelas Heleni, sapaannya, kepada JawaPos.com, Selasa (11/7).
Nama Jokowi dianggap kurang harmonis meskipun nilai aktualisasinya juga tinggi karena mengandung warning negatif dengan berbagai potensi. Nama Jokowi membentuk aneka hambatan dengan dominasi dikhianati oleh rekan maupun kerabat, fitnah, gosip negatif, dan hal negatif lainnya.
Nama Jokowi juga mempunyai potensi sakit yang cukup kritis. Seperti kanker. jantung, tekanan psikis, dan jenis sakit lainnya. "Tanggal lahir beliau (Joko Widodo) juga ditemukan siklus negatif sangat disarankan untuk selalu menyebar kebaikan," jelasnya.
Sedangkan nama Ahok hanya memiliki angka aktualisasi sebesar 25 persen dan membentuk kode negatif serta disharmoni. Sehingga nama Ahok juga bisa membuat karir politiknya hancur karena banyaknya masalah yang mendera.
Ahok banyak menghadapi musuh karena pengkhianatan dan ditusuk dari belakang. "Sangat disarankan bagi masyarakat jangan lagi memanggil Pak Basuki dengan nama Ahok. Basuki saja sudah bagus," tutup dia. (cr1/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
