Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2017 | 22.46 WIB

Nama Panggilan Tidak Bagus, Psikolog: Ahok Lebih Buruk Dibanding Jokowi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejak tiga tahun terakhir dua nama begitu fenomenal di Indonesia. Pertama Presiden Joko widodo yang biasa disapa Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


Ahok namanya dikenal sejak keterpilihannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di 2012 hingga dia lengser sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017 saat divonis hukuman penjara atas kasus penistaan agama.


Sedangkan Jokowi selain sebagia orang nomor satu di negeri ini, dia sangat menjadi fenomenal ketika kemunculannya dari Wali Kota Solo, berlanjut di Pilkada  DKI Jakarta 2012 hingga terpilih sebagai Presiden pada 2014 lalu. Kedua tokoh ini lebih dikenal dengan panggilan akrabnya, yakni Jokowi dan Ahok.


Menurut psikolog dan Ahli Restrukturisasi Nama, Ni Kadek Hellen Kristy, nama Jokowi dan Ahok tidak bagus secara perhitungan dengan pendekatan psikologi transpersonal.


Dia menggunakan berbagai kode dan rumus untuk membaca nama sesuai tanggal lahir seseorang. Nama Joko Widodo itu hampir sempurna dan ideal dengan aktualisasi yang tinggi. Nama Basuki Tjahaja Purnama juga nyaris sempurna sebesar 90 persen.


"Sayangnya ketika nama itu berubah menjadi Jokowi dan Ahok maka nilainya menjadi disharmoni atau negatif. Kalau diurutkan, Ahok itu terburuk pertama ketimbang Jokowi. Jokowi kedua," jelas Heleni, sapaannya, kepada JawaPos.com, Selasa (11/7).


Nama Jokowi dianggap kurang harmonis meskipun nilai aktualisasinya juga tinggi karena mengandung warning negatif dengan berbagai potensi. Nama Jokowi membentuk aneka hambatan dengan dominasi dikhianati oleh rekan maupun kerabat, fitnah, gosip negatif, dan hal negatif lainnya.


Nama Jokowi juga mempunyai potensi sakit yang cukup kritis. Seperti kanker. jantung, tekanan psikis, dan jenis sakit lainnya. "Tanggal lahir beliau (Joko Widodo) juga ditemukan siklus negatif sangat disarankan untuk selalu menyebar kebaikan," jelasnya.


Sedangkan nama Ahok hanya memiliki angka aktualisasi sebesar 25 persen dan membentuk kode negatif serta disharmoni. Sehingga nama Ahok juga bisa membuat karir politiknya hancur karena banyaknya masalah yang mendera.


Ahok banyak menghadapi musuh karena pengkhianatan dan ditusuk dari belakang. "Sangat disarankan bagi masyarakat jangan lagi memanggil Pak Basuki dengan nama Ahok. Basuki saja sudah bagus," tutup dia. (cr1/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore