Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Juni 2023 | 04.35 WIB

Kenali Tanda-tanda Anjing Terjangkit Rabies, Bisa Mengancam Manusia

Ilustrasi: Hewan Anjing. - Image

Ilustrasi: Hewan Anjing.

 
JawaPos.com - Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera. 
 
Di Indonesia rabies atau yang dikenal dengan penyakit anjing gila masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat. Rabies adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. 
 
Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
 
 
Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar antara 4 - 12 minggu, setelah masa inkubasi orang yang tertular virus rabies akan mengalami gejala mirip flu, demam otot melemah, kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, demam, mual dan muntah, merasa gelisah, bingung atau terancam tanpa ada penyebab, hiperaktif, halusinasi, insomnia atau gangguan tidur, kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih. 
 
Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap. Dimulai dengan gejala awal yang mirip flu lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah. Meski bisa berakibat fatal, pasien tetap berpeluang sembuh asal segera diobati setelah terpapar virus rabies.
 
Sementara di Indonesia, topik terkait rabies kembali ramai dibicarakan usai seorang bocah di Buleleng, Bali meninggal dunia. Bocah berusia lima tahun itu sempat digigit oleh anjing peliharaannya yang terinfeksi rabies.
 
Tidak lama setelah gejala rabies muncul, bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia. Hal ini kemudian viral di media sosial (medsos) dan membuat banyak netizen menyayangkan hal tersebut.
 
Dr.dr. Novie Homenta Rampengan, Sp. A (K), DTM&H, MCTM(TP) selaku Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan, lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia diakibatkan oleh gigitan anjing.
 
"Rabies pada hewan yang kebanyakan terjadi pada anjing dapat dikenali lewat beberapa gejala. Salah satu gejala rabies yang paling khas adalah anjing mendadak jadi ganas. Perilakunya berubah jadi beringas, tak seperti biasanya," ujar dr. Novie melalui jumpa pers daring, Sabtu (17/6).
 
Gejala lainnya yang bisa dikenali saat anjing terkena rabies adalah anjing tersebut akan mengalami ketakutan pada cahaya (fotofobia) dan takut pada air (hidrofobia). Kemudian, yang juga paling bisa dikenali adalah perubahan perilaku dari si anjing tersebut.
 
"Umumnya anjing terkena rabies itu biasa dari patuh terhadap tuannya tapi jadi tidak patuh. Suka menghindar, mudah kaget. Kemudian bila ada provokasi, langsung menyerang," lanjut dr. Novie.
 
Kemudian, dr. Novie menambahkan, anjing rabies biasanya kerap menggigit benda-benda mati seperti kayu atau batu. Dari segi fisik juga tampak dan bisa dilihat bagi pemilik anjing atau pada anjing liar yang biasa berkeliaran. 
 
"Dari segi fisik, hidung anjing rabies biasanya kering. Kemudian pada akhirnya akan terjadi kelumpuhan dan mati. Umumnya mati dalam waktu 10-14 hari," kata dr. Novie menambahkan.
 
Jika melihat tanda-tanda tersebut pada anjing, sangat disarankan untuk tidak berinteraksi dengan anjing tersebut. Untuk kita bisa mengeliminasi rabies pada manusia itu intervensi utamanya adalah memberi vaksinasi pada anjingnya. 
 
Pasalnya, jika hewan pembawa rabies ini masih berkeliaran dan tidak terlindungi oleh vaksin maka masih bisa menularkan rabies ke manusia. Rabies juga berdampak mematikan pada manusia.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore