Orang Tua dan ADHD (magnific)
JawaPos.com - Mengasuh anak merupakan pengalaman yang penuh kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan yang tidak selalu mudah dihadapi.
Bagi orang tua dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), suara tangisan bayi, teriakan anak, hingga aktivitas rumah yang ramai dapat memicu tekanan sensorik berlebihan atau sensory overload.
Kondisi ini membuat seseorang merasa kewalahan menghadapi rangsangan di sekitarnya. Fenomena tersebut dibahas Maria A. Rogers, Ph.D., C. Psych., yang diterbitkan Psychology Today.
Salah satu pengalaman yang diangkat dalam artikel tersebut berasal dari Clay Gill, seorang pelatih ADHD yang mengaku mengalami tekanan luar biasa ketika mendengar bayinya menangis.
Sebelum menjadi ayah, ia bahkan sempat mempertanyakan keinginannya untuk memiliki anak karena suara tangisan bayi terasa sangat mengganggu.
Setelah putrinya lahir, rangsangan suara tersebut terkadang membuatnya kesulitan berpikir jernih, merasa ingin menjauh, hingga mengalami respons emosional yang intens.
Pengalaman ini memperlihatkan bahwa sensitivitas sensorik dapat menjadi tantangan nyata dalam kehidupan orang tua dengan ADHD.
Sensory overload tidak hanya berkaitan dengan suara keras. Cahaya yang terlalu terang, banyaknya gerakan, sentuhan berulang, serta gangguan yang datang secara bersamaan juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Sebelum memiliki anak, orang dewasa dengan ADHD mungkin bisa mengatur lingkungan untuk mengurangi rangsangan tersebut, misalnya menggunakan headphone peredam suara atau menghindari tempat ramai.
Namun, setelah menjadi orang tua, strategi tersebut tidak selalu mudah diterapkan karena kebutuhan anak tetap harus dipenuhi.
Kondisi ini juga dapat memengaruhi hubungan antara orang tua dan anak. Ketika menghadapi terlalu banyak rangsangan, seseorang mungkin lebih mudah kehilangan kesabaran atau membentak anak karena hal kecil.
Setelah situasi mereda, muncul perasaan bersalah dan malu karena menyadari bahwa anak sebenarnya tidak melakukan kesalahan.
Tantangan tersebut semakin berat ketika orang tua merasa harus selalu mampu mengendalikan emosi tanpa memahami penyebab kelelahan sensorik yang dialaminya.
Untuk mengatasinya, Rogers menyarankan orang tua mengenali jenis rangsangan yang paling sering memicu stres. Membuat daftar situasi yang terasa sangat mengganggu dapat membantu menentukan strategi penanganan yang sesuai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022