Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2026 | 21.54 WIB

Orang Tua dengan ADHD Rentan Mengalami Kelelahan Sensorik, Ini Cara Mengatasinya

Orang Tua dan ADHD (magnific)

JawaPos.com - Mengasuh anak merupakan pengalaman yang penuh kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan yang tidak selalu mudah dihadapi.

Bagi orang tua dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), suara tangisan bayi, teriakan anak, hingga aktivitas rumah yang ramai dapat memicu tekanan sensorik berlebihan atau sensory overload.

Kondisi ini membuat seseorang merasa kewalahan menghadapi rangsangan di sekitarnya. Fenomena tersebut dibahas Maria A. Rogers, Ph.D., C. Psych., yang diterbitkan Psychology Today.

Salah satu pengalaman yang diangkat dalam artikel tersebut berasal dari Clay Gill, seorang pelatih ADHD yang mengaku mengalami tekanan luar biasa ketika mendengar bayinya menangis.

Sebelum menjadi ayah, ia bahkan sempat mempertanyakan keinginannya untuk memiliki anak karena suara tangisan bayi terasa sangat mengganggu.

Setelah putrinya lahir, rangsangan suara tersebut terkadang membuatnya kesulitan berpikir jernih, merasa ingin menjauh, hingga mengalami respons emosional yang intens.

Pengalaman ini memperlihatkan bahwa sensitivitas sensorik dapat menjadi tantangan nyata dalam kehidupan orang tua dengan ADHD.

Sensory overload tidak hanya berkaitan dengan suara keras. Cahaya yang terlalu terang, banyaknya gerakan, sentuhan berulang, serta gangguan yang datang secara bersamaan juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan.

Sebelum memiliki anak, orang dewasa dengan ADHD mungkin bisa mengatur lingkungan untuk mengurangi rangsangan tersebut, misalnya menggunakan headphone peredam suara atau menghindari tempat ramai.

Namun, setelah menjadi orang tua, strategi tersebut tidak selalu mudah diterapkan karena kebutuhan anak tetap harus dipenuhi.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi hubungan antara orang tua dan anak. Ketika menghadapi terlalu banyak rangsangan, seseorang mungkin lebih mudah kehilangan kesabaran atau membentak anak karena hal kecil.

Setelah situasi mereda, muncul perasaan bersalah dan malu karena menyadari bahwa anak sebenarnya tidak melakukan kesalahan.

Tantangan tersebut semakin berat ketika orang tua merasa harus selalu mampu mengendalikan emosi tanpa memahami penyebab kelelahan sensorik yang dialaminya.

Untuk mengatasinya, Rogers menyarankan orang tua mengenali jenis rangsangan yang paling sering memicu stres. Membuat daftar situasi yang terasa sangat mengganggu dapat membantu menentukan strategi penanganan yang sesuai.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore