
Trauma (Magnific)
JawaPos.com - Pengalaman menyakitkan merupakan bagian dari kehidupan yang dapat dialami siapa saja, mulai dari putus cinta, kehilangan pekerjaan, penolakan, hingga perubahan besar dalam keluarga.
Namun, apakah semua pengalaman tersebut dapat disebut trauma? Psikolog klinis Isabelle Morley, Psy.D., melalui artikel Psychology Today, mengajak pembaca memahami perbedaan antara trauma psikologis dan kesulitan hidup yang menyakitkan.
Istilah trauma semakin sering digunakan untuk menggambarkan berbagai pengalaman emosional. Padahal, dalam konteks klinis, trauma memiliki pengertian yang lebih spesifik.
Kriteria gangguan stres pascatrauma atau PTSD, misalnya, berkaitan dengan paparan terhadap kematian atau ancaman kematian, cedera serius, maupun kekerasan seksual.
Sementara itu, istilah trauma juga digunakan lebih luas untuk membicarakan pengalaman yang meninggalkan dampak emosional berkepanjangan, meskipun tidak memenuhi kriteria paparan PTSD.
Morley menjelaskan bahwa pengalaman seperti perundungan, penolakan, atau pengabaian yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan dampak psikologis yang berarti.
Besarnya dampak tidak hanya bergantung pada jenis kejadian, tetapi juga tingkat keparahan, frekuensi, durasi, serta dukungan yang tersedia bagi individu. Karena itu, pengalaman seseorang tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan bagaimana kejadian tersebut terlihat dari luar.
Di sisi lain, tidak semua kesulitan hidup harus dikategorikan sebagai trauma. Kehilangan hubungan, kegagalan, atau rasa malu dapat menimbulkan kesedihan mendalam tanpa selalu memenuhi pengertian trauma secara klinis.
Menurut Morley, membedakan kedua hal tersebut bukan berarti meremehkan penderitaan seseorang, melainkan menjaga agar istilah trauma tetap memiliki makna yang jelas.
Pengalaman sulit yang masih dapat dihadapi dengan dukungan memadai juga berpotensi membantu seseorang membangun ketahanan diri, mengembangkan keterampilan mengatasi masalah, dan memperkuat hubungan dengan orang lain. Namun, proses pemulihan setiap individu berbeda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022