Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16.33 WIB

Tidak Semua Pengalaman Buruk, Pahami Cara Memahami Trauma

Trauma (Magnific) - Image

Trauma (Magnific)

JawaPos.com - Pengalaman menyakitkan merupakan bagian dari kehidupan yang dapat dialami siapa saja, mulai dari putus cinta, kehilangan pekerjaan, penolakan, hingga perubahan besar dalam keluarga.

Namun, apakah semua pengalaman tersebut dapat disebut trauma? Psikolog klinis Isabelle Morley, Psy.D., melalui artikel Psychology Today, mengajak pembaca memahami perbedaan antara trauma psikologis dan kesulitan hidup yang menyakitkan.

Istilah trauma semakin sering digunakan untuk menggambarkan berbagai pengalaman emosional. Padahal, dalam konteks klinis, trauma memiliki pengertian yang lebih spesifik.

Kriteria gangguan stres pascatrauma atau PTSD, misalnya, berkaitan dengan paparan terhadap kematian atau ancaman kematian, cedera serius, maupun kekerasan seksual.

Sementara itu, istilah trauma juga digunakan lebih luas untuk membicarakan pengalaman yang meninggalkan dampak emosional berkepanjangan, meskipun tidak memenuhi kriteria paparan PTSD.

Morley menjelaskan bahwa pengalaman seperti perundungan, penolakan, atau pengabaian yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan dampak psikologis yang berarti.

Besarnya dampak tidak hanya bergantung pada jenis kejadian, tetapi juga tingkat keparahan, frekuensi, durasi, serta dukungan yang tersedia bagi individu. Karena itu, pengalaman seseorang tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan bagaimana kejadian tersebut terlihat dari luar.

Di sisi lain, tidak semua kesulitan hidup harus dikategorikan sebagai trauma. Kehilangan hubungan, kegagalan, atau rasa malu dapat menimbulkan kesedihan mendalam tanpa selalu memenuhi pengertian trauma secara klinis.

Menurut Morley, membedakan kedua hal tersebut bukan berarti meremehkan penderitaan seseorang, melainkan menjaga agar istilah trauma tetap memiliki makna yang jelas.

Pengalaman sulit yang masih dapat dihadapi dengan dukungan memadai juga berpotensi membantu seseorang membangun ketahanan diri, mengembangkan keterampilan mengatasi masalah, dan memperkuat hubungan dengan orang lain. Namun, proses pemulihan setiap individu berbeda.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore