Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Oktober 2026 | 05.26 WIB

8 Kalimat yang Terdengar Lirih Ini Tanpa Sadar saat Beban Kerja yang Menumpuk

Ilustrasi, orang yang memiliki beban kerja menumpuk. Magnific/ wayhomestudio.

 
JawaPos.com - Merasa sendirian di tengah beban kerja yang menumpuk bisa menyebabkan bahkan memperparah tingkat stres.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika seseorang yang memiliki beban kerja yang menumpuk namun kurang mendapatkan bantuan akan merasakan burnout yang jauh lebih berat dibandingkan orang lain.

Ketika kondisi itu terus-menerus terjadi, maka mereka bisa dengan mudah merasa lumpuh oleh beban kerja, karena sangat ingin menyelesaikan semuanya hingga tanpa sadar melontarkan kalimat-kalimat yang terdengar lirih tanpa sadar.

Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Selasa (20/10) ada delapan kalimat yang tanpa sadar sering kali diucapkan oleh seseorang yang memiliki beban kerja menumpuk namun tak ada yang membantu.

1. ‘Saya Tidak Tahu Harus Mulai Dari Mana’

Orang yang memiliki beban kerja yang menumpuk cenderung menyabotase waktu dan produktivitas mereka dengan mencoba melakukan berbagai tugas secara bersamaan.

Mereka terus-menerus menguras otak dengan berpindah dari satu tugas ke tugas lain yang pada akhirnya membuat hasil pekerjaan tidak lagi maksimal dan membuat mereka kewalahan untuk membuat kemajuan nyata dalam hal apa pun.

Perasaan tak menentu sampai hilangnya motivasi sering kali dirasakan oleh mereka yang memikul beban pekerjaan terlalu berat sendirian.

Jadi, yang mereka perlukan adalah mencari cara untuk menjaga energi supaya dapat menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan, alih-alih merasa terlalu kewalahan hingga akhirnya tidak mampu memulai apa pun.

2. ‘Saya Tidak Pernah Sampai Ke Mana-Mana’

Mereka tidak tahu harus mulai dari mana dan merasa terlalu terbebani secara mental untuk memusatkan perhatian pada satu hal saja, khususnya mereka yang tidak mendapatkan dukungan.

Situasi ini bisa terasa seperti terjebak dalam roda hamster, terus bergerak, tetapi tidak pernah benar-benar membuat kemajuan.

Setelah menyelesaikan satu tugas, mereka mungkin hanya merasakan kelegaan sesaat sebelum harus segera beralih mengerjakan tugas berikutnya.

3. ‘Saya Merasa Ada Sesuatu yang Terlewat’

Seseorang yang tidak memiliki sistem untuk mengelola semua kewajibannya akan menanggung beban mental untuk mengingat segala hal yang harus dilakukan beserta dengan tenggat waktunya.

Akibatnya, mereka terus merasa stres bahkan saat sedang tidak melakukan apa pun hingga merusak waktu istirahat yang seharusnya bisa mereka nikmati.

Perasaan bahwa ada sesuatu yang terlewat merupakan manifestasi umum dari pergolakan batin tersebut.

Ini bukan sekadar daftar tugas yang tidak mampu diselesaikan sendirian, melainkan kondisi pikiran yang dipenuhi oleh berbagai tuntutan dan masalah yang saling bertabrakan dimana mereka tidak tahu cara menanganinya, bahkan tidak tahu bagaimana cara meminta bantuan untuk mengatasinya.

4. ‘Saya Tidak Cukup Kuat Melakukan Ini’

Jika seseorang berjuang dalam diam atau mengalami burnout tanpa dukungan apa pun dalam hidupnya, kritik terhadap diri sendiri bisa terbawa ke dalam interaksi dengan orang lain.

Mereka mungkin mengatakan bahwa mereka tidak cukup kuat untuk menghadapinya atau merasa gagal dalam menjalani hidup.

Mereka meyakini ada sesuatu yang salah pada dirinya karena merasa kewalahan.

Padahal, kenyataannya beban yang mereka tanggung terlalu banyak dan berat.

5. ‘Saya Tidak Punya Pilihan Lain’

Anda dapat mengenali seseorang yang sedang terbebani oleh kewajiban-kewajibannya melalui rasa putus asa yang ditunjukkan.

Mereka merasa sendirian sekaligus memiliki pemikiran bahwa mereka satu-satunya orang yang menjaga segala sesuatunya tetap berjalan, baik itu seorang ibu tunggal maupun seorang karyawan yang merasa memikul tanggung jawab penuh atas proyek khusus di tempat kerja.

Kalimat 'tidak punya pilihan lain' adalah cara bawah sadar mereka untuk mencari dukungan.

Mereka sebenarnya membutuhkan bantuan orang lain untuk menangani tanggung jawab tersebut.

Hanya saja mereka merasa terjebak dalam posisi yang menuntut tanggung jawab penuh sampai-sampai tidak tahu cara mendelegasikan tugas atau sekadar berkata 'tidak'.

6. ‘Nanti Saya Cari Caranya’

Sering kali, orang yang memiliki kecenderungan selalu ingin menyenangkan orang lain atau mengaitkan produktivitas dengan harga diri akhirnya menyanggupi hal-hal yang sebenarnya tidak mampu dilakukannya.

Baik di tempat kerja maupun di rumah, mereka cenderung memforsir diri dengan mengambil terlalu banyak tanggung jawab, alih-alih mendelegasikan tugas atau berani berkata 'tidak' saat mereka sudah mencapai batas kemampuannya.

Mereka mungkin merasa lebih percaya diri saat memiliki jadwal yang sangat padat atau dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan mereka.

Namun, kenyataannya, perasaan 'dibutuhkan' tersebut hanya kedok untuk menutupi pergumulan yang jauh lebih besar dengan cara terus menyibukkan diri.

7. ‘Enak Sekali Kamu Bicara Begitu’

Rasa iri dan kebiasaan membandingkan diri sendiri secara tidak sehat bisa dengan mudah muncul dalam percakapan sehari-hari ketika seseorang sudah kelelahan secara emosional dan mengalami burnout.

Mereka menjadi mudah tersinggung terhadap teman yang memiliki pasangan yang membantu pekerjaan rumah tangga atau rekan kerja yang tampak tidak memiliki beban kerja seberat mereka.

Stres dan burnout merusak kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan melontarkan kalimat seperti ini justru membuat mereka semakin terisolasi.

8. ‘Saya Tidak Sanggup Menanggung Tekanan Ini’

Banyak orang yang memiliki beban kerja sangat berat serta kewajiban yang menumpuk namun minim dukungan atau bantuan merasa tidak sanggup menanggung tekanan.

Mereka merasa sendirian dan kalimat-kalimat seperti ini justru mengingatkan mereka bahwa seolah-olah seluruh beban dunia ada di pundaknya.

Sementara orang lain bisa berbagi tanggung jawab dengan rekan kerja, pasangan, teman, maupun keluarga.

Rasa kesepian seperti ini justru membuat tingkat stres mereka semakin meningkat.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore