Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Oktober 2026 | 21.36 WIB

Bukan Sekadar Hemat, 9 Ungkapan Ini Bisa Menggambarkan Tekanan Finansial Seseorang

Ungkapan psikologi sehari-hari tanda kehabisan uang, tanda masalah finansial (Magnific/ magnific)

JawaPos.com – Kesulitan keuangan tidak selalu terlihat dari penampilan atau gaya hidup seseorang. Ada orang yang tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa, meskipun sebenarnya sedang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit pula yang memilih menyembunyikan kondisi finansialnya karena merasa malu, takut dinilai negatif, atau tidak ingin membuat orang terdekat khawatir. Akibatnya, persoalan tersebut terkadang tersirat melalui ucapan sederhana yang terdengar biasa dalam percakapan sehari-hari.

Dalam psikologi keuangan, tekanan ekonomi dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, mengelola pengeluaran, dan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Meski begitu, satu ungkapan saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang sedang mengalami masalah keuangan.

Dilansir dari laman YourTango, terdapat sembilan ungkapan yang bisa menggambarkan seseorang sedang menghadapi tekanan finansial. Berikut penjelasannya.

1. “Aku Tunggu Gajian Dulu, Ya”

Kalimat ini biasanya muncul ketika seseorang diajak patungan, membeli sesuatu, atau mengikuti kegiatan yang membutuhkan biaya tambahan.

Bagi orang yang keuangannya sedang terbatas, waktu menerima gaji menjadi hal penting. Mereka perlu memastikan uang yang tersedia cukup untuk membayar kebutuhan pokok dan tagihan sebelum mengeluarkan dana untuk keperluan lain.

Menunggu gajian bukan berarti seseorang tidak pandai mengatur uang. Penghasilan yang terbatas, kenaikan harga kebutuhan, atau tanggungan keluarga dapat membuat seseorang harus lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Sayangnya, sebagian orang merasa tidak nyaman mengungkapkan keadaan tersebut secara terbuka karena khawatir dianggap tidak mampu secara finansial.

Jika temanmu mengatakan hal ini, cobalah menghargai keputusannya tanpa memberikan tekanan. Kamu juga bisa menawarkan alternatif kegiatan yang tidak membutuhkan banyak biaya agar tetap bisa menghabiskan waktu bersama.

2. “Lagi Ada Pengeluaran Mendadak”

Pengeluaran tak terduga dapat menjadi beban besar, terutama bagi seseorang yang tidak memiliki dana darurat memadai.

Biaya pengobatan, perbaikan kendaraan, kebutuhan keluarga, atau tagihan yang datang bersamaan dapat mengganggu rencana keuangan yang sebelumnya sudah disusun.

Ketika seseorang mengatakan sedang menghadapi pengeluaran mendadak, mungkin ia sedang berusaha menyesuaikan anggaran agar kebutuhan utama tetap terpenuhi.

Dalam kondisi seperti ini, kekhawatiran mengenai uang juga dapat menambah tekanan emosional. Seseorang mungkin menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan atau memilih mengurangi aktivitas yang membutuhkan pengeluaran.

Meski demikian, ucapan tersebut tidak otomatis berarti orang itu sedang meminta bantuan finansial. Sebagian orang hanya ingin menjelaskan alasan mereka tidak bisa mengikuti suatu kegiatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore