Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 20.56 WIB

7 Kalimat yang Membuat Orang Lain Tidak Nyaman, Nomor 3 Sering Dianggap Bercanda

Ilustrasi kalimat yang sering diucapkan orang tanpa sadar dan terdengar menyebalkan (Geediitng)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, cara seseorang berbicara dapat memengaruhi bagaimana dirinya dipandang oleh orang lain. Ada ucapan yang dianggap biasa oleh penuturnya, tetapi justru membuat lawan bicara merasa tersinggung, tidak dihargai, atau enggan melanjutkan percakapan.

Situasi seperti ini terkadang terjadi karena seseorang kurang menyadari dampak perkataannya terhadap perasaan orang lain. Ketika terlalu sibuk membela diri atau merasa pendapatnya paling benar, seseorang bisa luput memahami bahwa pilihan kata tertentu berpotensi merusak hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh kalimat yang kerap diucapkan orang tanpa menyadari bahwa perkataan tersebut bisa terdengar kurang menyenangkan. Kalimat-kalimat ini berkaitan dengan cara seseorang merespons kritik, menghadapi konflik, serta memahami perasaan orang lain.

Lantas, apa saja ucapan yang sebaiknya lebih diperhatikan agar komunikasi tetap sehat dan hubungan dengan orang sekitar terjaga? Berikut ulasannya.

1. “Itu Bukan Salah Saya”

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa terpojok atau harus menjelaskan suatu masalah. Namun, jika terus digunakan untuk menghindari tanggung jawab, ucapan tersebut bisa menimbulkan kesan bahwa dirinya tidak mau mengakui kesalahan.

Dalam sebuah persoalan, memang tidak semua hal sepenuhnya berada dalam kendali seseorang. Meski begitu, penting untuk melihat bagian mana yang menjadi tanggung jawab pribadi sebelum menyalahkan keadaan atau orang lain.

Orang yang bersedia mengevaluasi tindakannya biasanya lebih terbuka terhadap perbaikan. Daripada langsung menyangkal, seseorang bisa mengatakan, “Saya akan mengecek kembali bagian yang menjadi tanggung jawab saya dan memperbaikinya jika ada kekeliruan.”

Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi masalah sekaligus membuka ruang untuk belajar dari pengalaman.

2. “Saya Cuma Jujur, Kok”

Kejujuran memang penting dalam komunikasi, tetapi cara menyampaikannya juga perlu diperhatikan. Ucapan “Saya cuma jujur” terkadang digunakan untuk membenarkan komentar tajam yang telanjur membuat orang lain sakit hati.

Mengutarakan pendapat secara terbuka bukan berarti seseorang bebas mengabaikan perasaan lawan bicara. Kritik yang disampaikan tanpa mempertimbangkan situasi dan pilihan kata dapat membuat pesan yang sebenarnya bermanfaat justru sulit diterima.

Akan lebih baik jika kejujuran disertai empati. Misalnya, sampaikan kritik secara spesifik, jelaskan alasannya, dan hindari menyerang karakter pribadi seseorang.

Dengan begitu, kejujuran tidak hanya menjadi sarana mengungkapkan pendapat, tetapi juga membantu membangun komunikasi yang lebih baik.

3. “Kamu Nggak Bisa Diajak Bercanda, Ya?”

Kalimat ini sering terlontar ketika sebuah lelucon tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan. Alih-alih menyadari bahwa perkataannya mungkin menyinggung, seseorang justru mempertanyakan reaksi orang yang menjadi sasaran candaan.

Padahal, setiap orang mempunyai batas kenyamanan dan pengalaman hidup yang berbeda. Sesuatu yang terasa lucu bagi satu orang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore