Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 06.24 WIB

Bukan Karena Benci, Ini 7 Alasan Orang Memilih Blokir Mantan

ilustrasi orang yang blokir kontak mantan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Putus cinta sering membuat seseorang berada dalam situasi yang serba sulit. Ada yang masih ingin mempertahankan komunikasi dengan mantan, tetapi ada pula yang memilih mengakhiri seluruh akses setelah hubungan resmi berakhir.

Memblokir nomor telepon maupun akun media sosial mantan tidak selalu berarti seseorang menyimpan dendam. Bagi sebagian orang, keputusan tersebut justru menjadi cara untuk menjaga ketenangan, menetapkan batasan, dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk melanjutkan kehidupan.

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh ciri orang yang biasanya tidak ragu memblokir kontak mantan setelah hubungan berakhir.

1. Memiliki batasan pribadi yang tegas

Orang yang mudah mengambil keputusan untuk memblokir mantan biasanya memahami pentingnya batasan dalam sebuah hubungan. Ketika hubungan telah selesai, mereka merasa tidak perlu terus membuka akses komunikasi yang berpotensi membuat keadaan menjadi rumit.

Bagi mereka, menjaga jarak bukan berarti bersikap kejam. Justru, keputusan tersebut dianggap sebagai cara untuk memberikan ruang bagi kedua pihak agar dapat menjalani kehidupan masing-masing.

2. Menghargai diri sendiri

Mereka cenderung menyadari bahwa kesehatan emosional perlu dijaga setelah mengalami perpisahan. Jika komunikasi dengan mantan justru membuat pikiran kembali kacau, mereka tidak keberatan mengambil langkah untuk menghentikannya.

Memblokir juga dapat membantu seseorang menghindari kebiasaan memantau aktivitas mantan, membaca percakapan lama, atau terus menunggu pesan yang mungkin tidak pernah datang.

3. Sudah menerima bahwa hubungan berakhir

Keputusan untuk memblokir sering kali muncul ketika seseorang telah menerima kenyataan bahwa hubungan tersebut tidak lagi berjalan.

Daripada mempertahankan harapan bahwa mantan akan kembali, mereka memilih membuat keputusan yang membantu proses move on. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komunikasi emosional secara tiba-tiba dapat diminimalkan.

4. Tidak menyukai konflik yang berlarut-larut

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore