Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 18.19 WIB

Bukan Cuma Hindari Manis! Kenapa Protein dan Serat Justru Kunci Utama Lawan Diabetes?

Ilustrasi lonjakan gula darah dan diabetes./pexels.com - Image

Ilustrasi lonjakan gula darah dan diabetes./pexels.com

JawaPos.com - Dalam mengelola dan mencegah penyakit diabetes tipe 2, sebagian besar orang hanya berfokus pada upaya memangkas atau menghindari konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.

Padahal, membatasi asupan manis saja tidak cukup untuk menjaga keseimbangan gula darah secara optimal.

Strategi nutrisi yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan terletak pada pemenuhan asupan protein dan serat yang memadai dalam pola makan harian.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Senin (28/09), penambahan protein dan serat secara tepat dapat membantu mengontrol lonjakan glukosa darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

Kombinasi serat dan protein bekerja memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat di usus halus, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang drastis (glycemic spike) setelah makan.

Dalam sebuah studi nutrisi klinis menunjukkan bahwa serat larut membentuk gel di saluran pencernaan yang menghambat penyerapan glukosa, sementara protein merangsang pelepasan hormon satiety (seperti GLP-1) yang memperpanjang rasa kenyang.

Kombinasi ini terbukti secara klinis ampuh menurunkan resistensi insulin, membantu mengontrol berat badan, serta meningkatkan efikasi diri pasien dalam mengelola metabolisme tubuh jangka panjang.

Berikut adalah beberapa peran kunci protein dan serat dalam melawan diabetes:

  1. Memperlambat penyerapan gula ke dalam darah

Protein dan serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Ketika dikonsumsi bersama karbohidrat, keduanya memperlambat pelepasan glukosa ke aliran darah, menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  1. Mengurangi resiko dan tingkat resistensi insulin

Konsumsi serat larut yang cukup membantu sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin, sehingga pankreas tidak perlu bekerja ekstra keras memproduksi insulin berlebihan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore