ciri kepribadian orang kecanduan scrolling hingga larut malam kata psikologi. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur sering dianggap sebagai aktivitas sederhana untuk mengisi waktu luang. Namun, ketika seseorang terus menggulir media sosial hingga melewati waktu tidur, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor psikologis dan pola perilaku.
Dorongan untuk terus melihat video, membaca unggahan, mengecek notifikasi, atau mencari informasi terbaru bisa muncul karena beragam alasan. Mulai dari keinginan mendapatkan hiburan instan, kesulitan mengendalikan diri saat malam hari, hingga upaya mengalihkan perhatian dari emosi yang tidak menyenangkan.
Dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah karakteristik dan pola perilaku yang kerap dikaitkan dengan orang yang terbiasa scrolling hingga larut malam. Berikut tujuh di antaranya:
Baca Juga: 8 Perilaku yang Tak Ditoleransi Orang Baik dari Teman yang Toxic, Mereka Lebih Suka Jaga Jarak Sehat
Salah satu pola yang dapat terlihat adalah kecenderungan mencari kesenangan yang bisa diperoleh dengan cepat. Saat malam tiba dan aktivitas harian mulai berkurang, membuka media sosial menjadi cara mudah untuk mendapatkan hiburan tanpa membutuhkan banyak usaha.
Video menarik, komentar, tanda suka, atau notifikasi baru dapat memberikan rangsangan yang membuat seseorang ingin terus melihat konten berikutnya. Akibatnya, muncul pola berpikir seperti, “satu video lagi,” yang akhirnya membuat waktu tidur semakin mundur.
Untuk menguranginya, seseorang dapat menetapkan batas waktu penggunaan aplikasi sebelum tidur. Notifikasi yang tidak penting juga bisa dimatikan agar tidak terus memicu keinginan membuka ponsel.
Seseorang mungkin mampu mengatur aktivitas dengan baik sepanjang hari, tetapi justru kehilangan kendali ketika malam datang. Kondisi tersebut dapat membuat waktu tidur terus ditunda meski tubuh sebenarnya sudah membutuhkan istirahat.
Kebiasaan menunda tidur juga dapat berkaitan dengan durasi tidur yang lebih pendek dan rasa lelah pada keesokan harinya. Karena itu, mengandalkan kemauan semata terkadang tidak cukup.
Membuat rutinitas sebelum tidur dapat membantu. Misalnya, menentukan waktu berhenti menggunakan ponsel, mencuci muka, melakukan peregangan ringan, kemudian membaca buku selama beberapa menit.
Tidak semua orang mempunyai pola aktivitas dan rasa kantuk yang sama. Sebagian individu memang cenderung lebih aktif pada malam hari dan baru merasa benar-benar berenergi ketika suasana sudah sepi.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah tergoda membuka media sosial ketika orang lain sudah tidur. Meski demikian, kecenderungan aktif pada malam hari berbeda dengan keputusan sengaja menunda tidur.
Menyesuaikan aktivitas dengan waktu ketika tubuh terasa paling produktif dapat membantu. Namun, tetap diperlukan rutinitas yang membuat tubuh perlahan bersiap memasuki waktu istirahat.
Kesibukan sepanjang hari terkadang membuat seseorang merasa tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan hal yang disukai. Akibatnya, waktu malam dipandang sebagai kesempatan untuk menikmati hiburan secara bebas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022