
seseorang yang berhenti membuktikan perkataannya./Magnific/odua
JawaPos.com - Ada kalanya kita tahu bahwa kita benar.
Kita sudah memeriksa faktanya. Kita memiliki alasan yang kuat. Kita bahkan mungkin mempunyai bukti yang tidak terbantahkan. Namun, ketika orang lain tetap tidak setuju, kita merasa terdorong untuk menjelaskan lagi, memberikan bukti tambahan, membantah setiap kalimat, atau memastikan bahwa orang tersebut akhirnya mengakui bahwa kita memang benar.
Sekilas, keinginan itu terlihat seperti usaha untuk mempertahankan kebenaran.
Tetapi dalam banyak situasi, yang sebenarnya sedang kita pertahankan bukan hanya kebenaran. Kita sedang mempertahankan harga diri, citra diri, rasa dihargai, atau kebutuhan untuk merasa bahwa pandangan kita memiliki nilai.
Inilah sebabnya seseorang bisa terus berdebat bahkan setelah sebenarnya tidak ada lagi yang perlu dibuktikan.
Menariknya, kemampuan untuk berkata, "Aku tahu aku benar, tetapi aku tidak perlu membuatmu mengakuinya," justru dapat menunjukkan kematangan psikologis.
Berhenti membuktikan bahwa kamu benar bukan berarti menjadi lemah. Bukan berarti membiarkan orang lain menginjakmu. Bukan pula berarti menerima informasi yang salah begitu saja.
Sebaliknya, ini adalah kemampuan untuk membedakan antara mempertahankan kebenaran dan mempertahankan ego.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (22/9), jika kamu ingin mulai melepaskan kebutuhan untuk selalu menang dalam percakapan, berikut tujuh cara yang dapat membantu.
1. Tanyakan: "Apakah Aku Ingin Menyelesaikan Masalah atau Hanya Ingin Diakui Benar?"
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022