Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 03.50 WIB

7 Alasan Mengapa Karyawan Menyembunyikan Pengetahuannya, dan Apa yang Dapat Dilakukan Pemimpin

seseorang yang terbuka dengan karyawan./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang terbuka dengan karyawan./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Bayangkan sebuah tim yang sebenarnya memiliki banyak orang pintar, berpengalaman, dan mampu menyelesaikan masalah. Namun ketika muncul persoalan penting, tidak banyak orang yang berbicara. Informasi hanya berputar di antara beberapa orang. Karyawan yang sebenarnya mengetahui cara menyelesaikan masalah memilih diam. Bahkan ada yang sengaja menyimpan informasi agar orang lain tidak mengetahui apa yang mereka tahu.

Dari luar, situasi seperti ini mudah dianggap sebagai masalah komunikasi.

Namun dalam psikologi organisasi, perilaku tersebut bisa memiliki akar yang jauh lebih kompleks.

Karyawan tidak selalu menyembunyikan pengetahuan karena mereka malas berbagi atau tidak peduli terhadap perusahaan. Terkadang mereka sedang melindungi dirinya sendiri, mempertahankan posisi sosial, menghindari konflik, menjaga rasa aman, atau merespons pengalaman buruk yang pernah mereka alami di tempat kerja.

Pengetahuan, dalam banyak organisasi, bukan sekadar informasi.

Pengetahuan dapat menjadi sumber kekuasaan, reputasi, keamanan kerja, dan status.

Seseorang yang menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara menjalankan sistem tertentu, memahami pelanggan tertentu, atau memiliki keahlian yang tidak dimiliki orang lain mungkin merasa bahwa pengetahuan tersebut membuat dirinya lebih berharga.

Karena itu, ketika pemimpin ingin membangun budaya berbagi pengetahuan, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar meminta karyawan untuk "lebih terbuka".

Pemimpin perlu memahami mengapa seseorang memilih menyimpan pengetahuannya.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (22/9), terdapat tujuh alasan psikologis yang dapat menjelaskan perilaku tersebut, sekaligus langkah yang dapat dilakukan pemimpin untuk mengatasinya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore