
seseorang yang menjawab pertanyaan dengan bercanda./Magnific/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Ada pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi bisa terasa sangat melelahkan ketika terus-menerus ditanyakan.
“Kapan kamu menikah?”
“Kok masih lajang?”
“Memangnya kamu tidak ingin punya pasangan?”
“Teman-temanmu sudah menikah, kamu kapan?”
Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut mungkin hanya dianggap sebagai bentuk perhatian atau basa-basi. Namun bagi orang yang menerimanya berulang kali, pertanyaan tentang status hubungan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, malu, tertekan, bahkan membuat seseorang mempertanyakan dirinya sendiri.
Padahal, status lajang bukanlah sebuah masalah psikologis yang harus segera “diselesaikan”. Begitu pula pernikahan bukanlah perlombaan yang memiliki garis waktu yang sama untuk semua orang.
Dalam psikologi, salah satu hal penting dalam menghadapi pertanyaan semacam ini adalah kemampuan untuk mengelola emosi, menetapkan batasan, dan memilih respons yang sesuai dengan situasi.
Artinya, Anda tidak harus selalu memberikan penjelasan panjang.
Anda juga tidak perlu merasa bersalah karena belum menikah.
Dan yang paling penting, Anda tidak harus menjadikan pertanyaan orang lain sebagai ukuran nilai diri Anda.
Dilansir dari Psychology Today pada (22/9), terdapat enam cara yang dapat membantu Anda menjawab pertanyaan “Mengapa kamu masih lajang?” atau “Kapan kamu menikah?” dengan lebih tenang dan percaya diri.
1. Jawab Singkat Tanpa Merasa Harus Membela Diri
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022