
Ilustrasi putus cinta/freepik
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, selama hubungan terasa sehat dan penuh cinta, perbedaan kecil bukanlah masalah besar.
Namun bagi Generasi Z, ada satu hal mendasar yang ternyata bisa menjadi penentu bertahan atau tidaknya sebuah hubungan: keselarasan karier dan nilai tentang pekerjaan.
Pandangan ini terungkap dalam laporan yang dimuat oleh YourTango, berdasarkan survei yang dilaporkan oleh Nia Tipton pada 25 Februari 2026.
Survei tersebut menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki standar yang cukup tegas dalam urusan kompatibilitas karier—bahkan jika hubungan yang dijalani sebenarnya sehat dan membahagiakan.
Generasi Z Bersedia Putus Karena Ketidakcocokan Karier
Survei dari layanan perjodohan Tawkify melibatkan lebih dari 1.000 warga Amerika dari berbagai generasi, industri, dan latar belakang keluarga.
Hasilnya menunjukkan bahwa 33% orang Amerika bersedia mengakhiri hubungan yang sebenarnya baik hanya karena ketidakcocokan karier.
Namun angka itu melonjak drastis pada Generasi Z:
44% Gen Z mengaku akan mengakhiri hubungan yang baik jika merasa tidak selaras dalam hal karier dan etos kerja.
Sebagai perbandingan, hanya 24% baby boomer yang akan melakukan hal serupa. Artinya, Gen Z hampir dua kali lebih mungkin meninggalkan hubungan sehat demi kesesuaian visi pekerjaan.
Apa yang Dimaksud “Kesesuaian Karier”?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022