
Ilustrasi ibu dan anak perempuannya. (Freepik)
JawaPos.com - Di era yang penuh tekanan akademik dan standar sosial yang tinggi, banyak orang tua masih menganggap nilai sempurna sebagai tolok ukur keberhasilan anak.
Padahal, ada keterampilan hidup yang jauh lebih menentukan masa depan anak perempuan dibandingkan rapor dengan deretan huruf A.
Menariknya, sebuah studi tentang “efek anak perempuan” juga menemukan bahwa membesarkan anak perempuan dapat meningkatkan kualitas hidup orang tua saat mereka menua.
Artikel dari YourTango (ditulis oleh Sharon Demko, diperbarui 24 Februari 2026) menekankan bahwa sebagian besar keterampilan penting ini tidak diajarkan di sekolah, melainkan dibentuk di rumah.
Jika Anda ingin membesarkan anak perempuan yang kuat, berikut enam keterampilan hidup yang perlu diajarkan sejak dini.
1. Jangan ikuti aturan jika aturan itu tidak masuk akal
Anak perempuan sering dibesarkan untuk patuh, tersenyum, dan menghindari konflik.
Namun, kepemimpinan lahir dari keberanian mempertanyakan sesuatu yang tidak adil.
Ajarkan anak untuk tidak setuju secara hormat, berdiskusi dengan cerdas, dan tetap berintegritas saat berbeda pendapat.
Penelitian menunjukkan banyak anak perempuan belajar untuk “berbaur” dan menghindari perbedaan pendapat sejak kecil. Padahal, membuat perubahan berarti siap mengambil risiko tidak selalu disukai semua orang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022