Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 21.04 WIB

Mengalah Saat Bertengkar, 7 Ciri Orang yang Tak Gengsi Meminta Maaf Lebih Dulu

Perilaku orang yang selalu pertama minta maaf setelah bertengkar kata Psikologi - Image

Perilaku orang yang selalu pertama minta maaf setelah bertengkar kata Psikologi

JawaPos.com – Pertengkaran merupakan bagian yang tidak selalu bisa dihindari dalam sebuah hubungan. Namun, cara seseorang menghadapi konflik dapat menunjukkan banyak hal mengenai karakter dan kematangan emosionalnya.

Ada orang yang memilih mempertahankan ego, menunggu pihak lain mengalah, atau bahkan memperpanjang masalah. Sebaliknya, sebagian orang justru mengambil inisiatif untuk meminta maaf terlebih dahulu setelah terjadi perselisihan.

Dalam sudut pandang psikologi, kebiasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang lemah atau mengakui dirinya sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah. Bisa jadi, tindakan tersebut menunjukkan kemampuan mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, dan keinginan untuk memperbaiki hubungan.

Dilansir dari Geediting.com, berikut tujuh karakter yang kerap dikaitkan dengan orang yang terbiasa meminta maaf lebih dulu setelah bertengkar.

1. Memiliki Empati yang Kuat

Orang yang cepat meminta maaf biasanya mampu memahami perasaan orang lain dengan cukup baik. Mereka dapat membayangkan bagaimana ucapan atau tindakan tertentu mungkin memberikan dampak emosional kepada lawan bicara.

Ketika menyadari bahwa pertengkaran telah membuat orang lain terluka atau tidak nyaman, mereka terdorong untuk memperbaiki keadaan. Permintaan maaf yang diberikan pun tidak selalu sekadar untuk menghentikan konflik, tetapi dapat muncul dari kepedulian terhadap perasaan pihak lain.

2. Berani Mengambil Tanggung Jawab

Meminta maaf terlebih dahulu membutuhkan kemampuan untuk melihat kembali tindakan diri sendiri. Orang dengan kebiasaan ini cenderung tidak hanya mencari kesalahan orang lain ketika menghadapi konflik.

Mereka bersedia mengakui bagian yang menjadi kesalahannya, meskipun pertengkaran tersebut sebenarnya melibatkan kedua pihak. Sikap tersebut menunjukkan adanya kemauan untuk melakukan introspeksi dan belajar dari pengalaman.

3. Menghargai Orang Lain

Kebiasaan meminta maaf juga dapat mencerminkan rasa hormat terhadap orang lain. Mereka memahami bahwa setiap individu mempunyai pemikiran, perasaan, dan sudut pandang yang berbeda.

Karena itu, ketika cara berbicara atau tindakan mereka dianggap menyinggung, mereka tidak selalu memaksakan diri untuk mempertahankan ego. Mereka dapat mengakui bahwa cara penyampaian yang kurang tepat tetap perlu diperbaiki tanpa harus mengorbankan pendapat pribadi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore