seseorang yang sedang dalam masa sulit / foto: Magnific/jcomp
Kamu mungkin sedang menghadapi masalah pekerjaan, kehilangan seseorang yang berarti, hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan, tekanan ekonomi, kegagalan, atau sekadar merasa bahwa hidup belakangan ini tidak memiliki arah yang jelas.
Yang paling melelahkan terkadang bukan hanya masalahnya.
Namun, perasaan bahwa masalah itu tidak akan pernah selesai.
Hari-hari terasa sama. Bangun pagi tanpa semangat. Menjalani aktivitas hanya karena harus. Tersenyum di depan orang lain, tetapi diam-diam merasa kosong ketika sendirian.
Pada kondisi seperti ini, nasihat seperti "tetap semangat" atau "berpikir positif" mungkin terdengar terlalu sederhana.
Sebab ketika seseorang sedang berada di titik terendah, ia tidak selalu membutuhkan kata-kata yang menyuruhnya segera bahagia.
Ia mungkin hanya membutuhkan sedikit harapan.
Harapan bahwa keadaan masih bisa berubah.
Harapan bahwa dirinya masih mampu melewati hari ini.
Dan yang paling penting, harapan bahwa masa sulit yang sedang dialami bukanlah keseluruhan cerita hidupnya.
Dalam psikologi, ada beberapa pendekatan yang dapat membantu seseorang membangun kembali rasa kendali, ketahanan, dan harapan ketika menghadapi situasi sulit.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (5/9), terdapat enam cara yang bisa kamu coba.
1. Berhenti menuntut dirimu untuk segera baik-baik saja
Ketika sedang mengalami masa sulit, banyak orang justru menambah penderitaannya sendiri dengan merasa bersalah karena belum bisa bangkit.
"Aku seharusnya lebih kuat."
"Kenapa aku masih memikirkan hal ini?"
"Orang lain bisa melewatinya, kenapa aku tidak?"
"Sudah berbulan-bulan, mengapa aku masih seperti ini?"
Tanpa disadari, kamu bukan hanya menghadapi masalah utama, tetapi juga berperang dengan dirimu sendiri.
Padahal, menerima bahwa kamu sedang kesulitan bukan berarti menyerah.
Justru, penerimaan dapat menjadi langkah awal untuk menghadapi kenyataan dengan lebih sehat.
Kamu tidak harus berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Kamu boleh merasa sedih.
Kamu boleh kecewa.
Kamu boleh merasa takut.
Kamu boleh mengakui bahwa hari ini terasa berat.
Perasaan yang tidak menyenangkan tidak selalu harus segera dihilangkan. Terkadang, ia perlu diakui terlebih dahulu.
Cobalah mengganti kalimat:
"Aku harus kuat."
menjadi:
"Aku sedang melalui sesuatu yang berat, dan aku akan memberi diriku waktu untuk melewatinya."
Ada perbedaan besar di antara keduanya.
Kalimat pertama memberikan tekanan.
Kalimat kedua memberikan ruang.
Dan ketika tekanan berkurang, kamu sering kali memiliki lebih banyak energi untuk mengambil langkah berikutnya.
2. Fokus pada hal kecil yang masih bisa kamu kendalikan
Salah satu hal yang membuat masa sulit terasa semakin menakutkan adalah perasaan kehilangan kendali.
Kamu mungkin tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi.
Kamu tidak bisa memaksa seseorang untuk kembali.
Kamu tidak bisa mengendalikan pendapat semua orang.
Kamu tidak selalu bisa menentukan kapan masalah akan selesai.
Namun, bukan berarti seluruh hidupmu berada di luar kendalimu.
Masih ada hal-hal kecil yang bisa kamu pilih.
Kamu bisa memilih kapan bangun.
Kamu bisa memilih apakah hari ini akan berjalan kaki selama sepuluh menit.
Kamu bisa memilih untuk makan dengan lebih teratur.
Kamu bisa memilih menghubungi seseorang yang kamu percaya.
Kamu bisa memilih menyelesaikan satu pekerjaan kecil.
Kamu bisa memilih untuk tidak menyerah hari ini.
Ketika hidup terasa kacau, jangan selalu mencoba menyelesaikan seluruh hidup sekaligus.
Tanyakan kepada dirimu:
"Apa satu hal kecil yang masih bisa aku lakukan hari ini?"
Bukan minggu depan.
Bukan bulan depan.
Hari ini.
Mungkin jawabannya sederhana.
Merapikan kamar.
Mandi.
Menyelesaikan satu tugas.
Keluar rumah sebentar.
Menelepon teman.
Tidur lebih awal.
Hal-hal kecil tersebut mungkin terlihat tidak berarti ketika dibandingkan dengan masalah besar yang sedang kamu hadapi.
Tetapi sering kali, perubahan besar memang dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan berulang kali.
Kamu tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk mulai berjalan.
Kamu hanya perlu menemukan satu langkah berikutnya.
3. Ubah cara kamu berbicara kepada diri sendiri
Coba perhatikan bagaimana kamu berbicara kepada dirimu sendiri ketika mengalami kegagalan.
Apakah kamu mengatakan:
"Aku memang tidak berguna."
"Aku selalu gagal."
"Aku tidak akan pernah berhasil."
"Sepertinya hidupku memang seperti ini."
Jika seorang teman dekat mengalami masalah yang sama, apakah kamu akan mengatakan hal yang sama kepadanya?
Kemungkinan besar tidak.
Kamu mungkin justru berkata:
"Ini memang berat, tapi kamu sudah berusaha."
"Satu kegagalan tidak menentukan seluruh hidupmu."
"Pelan-pelan saja."
"Masih ada kesempatan untuk mencoba lagi."
Lalu mengapa kamu memberikan kelembutan kepada orang lain tetapi begitu keras kepada dirimu sendiri?
Dalam menghadapi masa sulit, cobalah melatih self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri.
Bukan berarti mencari alasan atas kesalahan.
Bukan pula berarti menganggap semua tindakanmu benar.
Self-compassion berarti mampu melihat kekurangan dan kesulitan diri tanpa menghukum diri sendiri secara berlebihan.
Alih-alih berkata:
"Aku gagal, berarti aku tidak mampu."
Cobalah:
"Aku gagal dalam hal ini, tetapi kegagalan ini tidak menentukan seluruh kemampuanku."
Alih-alih:
"Hidupku berantakan."
Cobalah:
"Saat ini hidupku sedang berada dalam periode yang sulit, tetapi keadaan dapat berubah."
Perhatikan perbedaannya.
Kamu tidak sedang membohongi dirimu dengan mengatakan semuanya sempurna.
Kamu hanya berhenti menjadikan satu masalah sebagai kesimpulan tentang seluruh dirimu.
4. Jangan menghadapi semuanya sendirian
Ketika sedang terpuruk, seseorang terkadang justru menarik diri.
Tidak ingin merepotkan orang lain.
Tidak ingin terlihat lemah.
Tidak tahu harus bercerita kepada siapa.
Akhirnya semua masalah disimpan sendiri.
Padahal, manusia pada dasarnya membutuhkan hubungan sosial.
Dukungan dari orang lain dapat memberikan rasa aman, perspektif baru, dan perasaan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi sesuatu.
Kamu tidak harus menceritakan seluruh masalahmu kepada banyak orang.
Cukup satu orang yang bisa dipercaya.
Teman.
Pasangan.
Anggota keluarga.
Mentor.
Atau tenaga profesional seperti psikolog jika masalah yang kamu hadapi sudah terasa terlalu berat untuk ditangani sendiri.
Dan kamu tidak selalu harus meminta solusi.
Terkadang kamu hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan.
Kamu bisa mengatakan:
"Aku sedang mengalami masa yang cukup berat. Aku tidak membutuhkan solusi dulu. Aku hanya ingin ada seseorang yang mau mendengarkan."
Kalimat sederhana seperti itu dapat membuka pintu untuk mendapatkan dukungan.
Meminta bantuan bukan tanda bahwa kamu lemah.
Justru, menyadari bahwa kamu membutuhkan bantuan merupakan bentuk kesadaran diri.
Kamu tidak harus menjadi kuat sendirian sepanjang waktu.
5. Cari satu alasan kecil untuk tetap melangkah
Ketika seseorang kehilangan harapan, masa depan sering terlihat seperti ruang kosong.
Tidak ada sesuatu yang dinantikan.
Tidak ada alasan untuk bersemangat.
Dalam keadaan seperti itu, jangan memaksa dirimu mencari "tujuan hidup terbesar".
Mulailah dengan sesuatu yang jauh lebih kecil.
Apa yang masih membuatmu ingin bangun besok?
Mungkin keluarga.
Mungkin seseorang yang kamu sayangi.
Mungkin pekerjaan yang ingin kamu selesaikan.
Mungkin buku yang belum selesai dibaca.
Mungkin tempat yang ingin kamu kunjungi.
Mungkin impian lama yang sebenarnya belum benar-benar kamu lepaskan.
Atau mungkin sesederhana keinginan untuk mengetahui apa yang akan terjadi jika kamu bertahan sedikit lebih lama.
Tidak semua alasan untuk hidup harus terdengar besar dan menginspirasi.
Kadang-kadang, satu alasan kecil sudah cukup untuk membawa seseorang melewati satu hari lagi.
Dan ketika hari yang sulit berhasil dilewati, kamu mendapatkan kesempatan untuk melihat hari berikutnya.
Kemudian hari berikutnya lagi.
Harapan tidak selalu muncul seperti cahaya besar yang tiba-tiba menerangi seluruh hidup.
Kadang-kadang harapan muncul seperti cahaya kecil di ujung lorong.
Tidak menerangi semuanya.
Tetapi cukup untuk menunjukkan ke mana satu langkah berikutnya harus diarahkan.
6. Ingat bahwa keadaanmu saat ini bukan identitasmu
Ini mungkin salah satu hal terpenting yang perlu kamu ingat.
Kamu sedang mengalami masa sulit.
Itu berbeda dengan:
Kamu adalah orang yang gagal.
Kamu sedang kehilangan arah.
Itu berbeda dengan:
Kamu tidak memiliki masa depan.
Kamu sedang mengalami kegagalan.
Itu berbeda dengan:
Kamu adalah seorang yang gagal.
Kondisi adalah sesuatu yang dapat berubah.
Identitas sering kali kita perlakukan seolah-olah permanen.
Padahal, kehidupan manusia terdiri dari banyak fase.
Ada masa ketika kamu kuat.
Ada masa ketika kamu lelah.
Ada masa ketika kamu berhasil.
Ada masa ketika kamu gagal.
Ada masa ketika kamu merasa sangat yakin.
Ada masa ketika kamu mempertanyakan semuanya.
Tidak satu pun dari fase tersebut sendirian mampu menggambarkan keseluruhan dirimu.
Jadi, jangan membuat keputusan permanen tentang dirimu hanya berdasarkan satu periode kehidupan yang sedang terasa sangat berat.
Apa yang kamu rasakan hari ini adalah nyata.
Tetapi bukan berarti perasaan itu merupakan ramalan tentang masa depan.
Kamu belum tahu apa yang akan terjadi enam bulan dari sekarang.
Kamu belum tahu siapa yang akan kamu temui.
Kesempatan apa yang akan datang.
Hal apa yang akan kamu pelajari.
Atau versi dirimu seperti apa yang akan terbentuk setelah melewati semua ini.
Karena itu, berikan kesempatan kepada masa depan untuk mengejutkanmu.
Masa sulit tidak selalu harus dilalui dengan langkah besar
Ada anggapan bahwa ketika seseorang ingin mengubah hidupnya, ia harus melakukan sesuatu yang besar.
Padahal, ketika sedang berada dalam kondisi sulit, tujuan yang paling realistis mungkin bukan "mengubah hidup".
Tujuannya bisa sesederhana:
bertahan hari ini dengan sebaik mungkin.
Besok, lakukan lagi.
Kemudian lusa.
Sedikit demi sedikit.
Bangun.
Makan.
Bergerak.
Beristirahat.
Berbicara dengan orang yang dipercaya.
Menyelesaikan satu hal kecil.
Mencari bantuan ketika diperlukan.
Dan mengingatkan diri sendiri bahwa keadaan dapat berubah.
Kamu tidak harus memiliki semua jawaban sekarang.
Kamu tidak harus tahu bagaimana seluruh hidupmu akan berjalan.
Kamu hanya perlu mengambil satu langkah yang masuk akal berikutnya.
Pada akhirnya, harapan sering dimulai dari satu keputusan kecil
Mungkin saat ini kamu belum melihat jalan keluar.
Mungkin semuanya masih terasa gelap.
Dan tidak apa-apa.
Kamu tidak perlu memaksa dirimu melihat seluruh jalan.
Carilah satu langkah.
Jika hari ini terasa terlalu berat, kecilkan targetmu.
Jika satu bulan terasa terlalu jauh, pikirkan minggu ini.
Jika satu minggu terasa terlalu berat, pikirkan hari ini.
Jika hari ini pun terasa berat, pikirkan beberapa jam ke depan.
Kemudian lakukan apa yang bisa kamu lakukan.
Ingatlah:
Masa sulit adalah bagian dari hidup, tetapi masa sulit bukan keseluruhan hidupmu.
Apa yang sedang kamu alami mungkin menjadi bagian dari ceritamu.
Tetapi belum tentu menjadi akhir ceritamu.
Dan mungkin, secercah harapan yang sedang kamu cari tidak selalu datang dari sesuatu yang besar.
Terkadang ia muncul ketika kamu memutuskan untuk mencoba sekali lagi.
Bangun sekali lagi.
Meminta bantuan sekali lagi.
Memaafkan diri sendiri sekali lagi.
Dan berkata kepada diri sendiri:
"Aku belum tahu bagaimana semuanya akan berakhir, tetapi untuk hari ini, aku masih memilih untuk melangkah."
Jika kamu sedang berada di masa yang sangat berat, jangan ragu mencari dukungan dari orang yang kamu percaya atau tenaga profesional. Dan jika kamu merasa berada dalam bahaya atau memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri, carilah bantuan darurat atau orang terdekat yang dapat mendampingimu sekarang juga.
Karena terkadang, menemukan harapan bukan berarti langsung merasa bahagia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
