Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 19.23 WIB

Bukan Sekadar Pintar, Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi Menghindari 8 Hal Ini

Ilustrasi orang dengan kecerdasan emosional tinggi (Freepik) - Image

Ilustrasi orang dengan kecerdasan emosional tinggi (Freepik)

JawaPos.com – Kecerdasan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan akademis atau seberapa cepat seseorang menyelesaikan persoalan. Ada kemampuan lain yang tidak kalah penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni kecerdasan emosional atau emotional intelligence.

Kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan mengenali emosi diri sendiri, memahami perasaan orang lain, serta mengelola respons emosional secara tepat. Kemampuan tersebut dapat membantu seseorang menghadapi tekanan, membangun komunikasi yang lebih baik, dan menjaga hubungan dengan orang di sekitarnya.

Orang yang memiliki kecerdasan emosional baik bukan berarti tidak pernah marah, sedih, kecewa, atau takut. Perbedaannya terletak pada bagaimana mereka mengenali dan merespons emosi tersebut.

Dikutip dari Geediting, ada delapan kesalahan yang cenderung dihindari oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi. Pola tersebut juga dapat menjadi bahan refleksi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Langsung Bereaksi ketika Emosi Memuncak

Ketika sedang marah atau kecewa, seseorang bisa dengan mudah mengucapkan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik berusaha tidak mengambil tindakan ketika emosinya sedang berada di titik tertinggi.

Mereka biasanya memberikan waktu bagi diri sendiri untuk menenangkan pikiran sebelum merespons. Jeda tersebut membantu mereka menentukan apakah sesuatu memang perlu dikatakan atau dilakukan.

Menahan diri bukan berarti mengubur emosi. Sebaliknya, mereka berusaha mencari cara yang lebih sehat untuk menyampaikan apa yang dirasakan.

2. Cepat Menyimpulkan Maksud Orang Lain

Kesalahpahaman sering muncul karena seseorang merasa sudah mengetahui apa yang dipikirkan atau dimaksud orang lain tanpa benar-benar bertanya.

Pemilik kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih berhati-hati terhadap asumsi semacam ini. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki karakter, pengalaman, dan cara berkomunikasi yang berbeda.

Daripada langsung mengambil kesimpulan, mereka memilih mendengarkan, mengajukan pertanyaan, dan mencari konteks terlebih dahulu. Cara tersebut dapat membantu mengurangi konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore