seseorang yang lebih dekat dengan tujuannya / foto: Magnific/timeimage
JawaPos.com - Ada masa ketika hidup terasa berjalan begitu cepat, tetapi kita sendiri tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana. Hari-hari dipenuhi pekerjaan, kewajiban, media sosial, percakapan dengan orang lain, dan berbagai hal yang menuntut perhatian. Kita sibuk, tetapi belum tentu produktif. Kita bergerak, tetapi belum tentu semakin dekat dengan kehidupan yang sebenarnya kita inginkan.
Pada kondisi seperti ini, masalahnya sering kali bukan karena seseorang tidak memiliki tujuan. Bisa jadi tujuannya sudah ada, tetapi perhatian terlalu mudah terpecah. Terlalu banyak hal dianggap penting, terlalu banyak keinginan ingin diwujudkan sekaligus, dan terlalu sering membandingkan perjalanan sendiri dengan perjalanan orang lain.
Dalam psikologi, kemampuan untuk mengarahkan perhatian dan perilaku kepada sesuatu yang dianggap bermakna merupakan bagian penting dari pencapaian tujuan. Fokus bukan berarti bekerja tanpa henti atau mengabaikan semua hal lain. Fokus berarti mampu menentukan apa yang benar-benar penting, kemudian secara konsisten mengalokasikan waktu, energi, dan perhatian untuk hal tersebut.
Jika kamu sedang merasa kehilangan arah, mudah terdistraksi, atau sering memulai sesuatu tetapi tidak menyelesaikannya, beberapa perubahan sederhana dapat membantu.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (5/9), terdapat tujuh tips yang bisa kamu terapkan agar lebih fokus dan semakin mendekatkan diri kepada tujuan hidupmu.
1. Tentukan Apa yang Benar-Benar Penting Bagimu
Salah satu alasan seseorang sulit fokus adalah karena terlalu banyak mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak memiliki arti besar bagi dirinya.
Kita hidup di tengah banyak sekali suara. Ada orang yang mengatakan bahwa kesuksesan berarti memiliki banyak uang. Ada yang menganggap kesuksesan berarti memiliki jabatan tinggi. Ada pula yang merasa harus memiliki rumah, kendaraan, pasangan, popularitas, atau pencapaian tertentu sebelum hidupnya dianggap berhasil.
Masalahnya, jika kamu terus mengejar definisi keberhasilan milik orang lain, kamu mungkin akan mencapai banyak hal tetapi tetap merasa kosong.
Karena itu, langkah pertama untuk menjadi lebih fokus adalah memahami apa yang sebenarnya penting bagimu.
Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
Kehidupan seperti apa yang ingin saya bangun?
Apa yang membuat hidup saya terasa bermakna?
Jika tidak perlu membuktikan apa pun kepada orang lain, apa yang ingin saya lakukan?
Hal apa yang ingin saya perjuangkan dalam beberapa tahun ke depan?
Nilai apa yang tidak ingin saya kompromikan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu mengarahkan perhatian dari "apa yang seharusnya saya lakukan?" menjadi "apa yang benar-benar penting bagi saya?"
Ketika kamu memiliki alasan yang kuat, proses mengejar tujuan menjadi lebih jelas.
Kamu tidak lagi sekadar bekerja karena takut tertinggal. Kamu bekerja karena memahami mengapa pekerjaan tersebut penting.
2. Jangan Mencoba Mengejar Terlalu Banyak Tujuan Sekaligus
Keinginan untuk memperbaiki hidup tentu merupakan sesuatu yang baik. Namun, terlalu banyak target dalam waktu yang sama justru dapat membuat perhatian terpecah.
Hari ini ingin mulai olahraga. Besok ingin membaca buku setiap hari. Minggu depan ingin belajar bahasa baru. Pada saat yang sama ingin membangun bisnis, meningkatkan karier, memperbaiki hubungan, menabung, membuat konten, dan mengembangkan berbagai keterampilan.
Semua itu mungkin terdengar produktif.
Namun, manusia memiliki keterbatasan waktu, energi, dan kapasitas perhatian.
Jika terlalu banyak tujuan diperlakukan sebagai prioritas, pada akhirnya tidak ada yang benar-benar menjadi prioritas.
Karena itu, cobalah memilih satu atau dua tujuan utama untuk menjadi fokus pada periode tertentu.
Bukan berarti tujuan lainnya harus dibuang. Kamu hanya perlu menentukan mana yang harus mendapatkan perhatian paling besar sekarang.
Misalnya, jika tujuan utamamu tahun ini adalah meningkatkan karier, kamu mungkin perlu mengurangi beberapa aktivitas yang tidak terlalu berhubungan dengan arah tersebut.
Fokus terkadang bukan tentang menambahkan lebih banyak hal ke dalam hidup.
Fokus justru sering kali berarti berani mengatakan tidak kepada hal-hal yang sebenarnya menarik, tetapi tidak penting untuk tujuan utamamu.
3. Pecah Tujuan Besar Menjadi Langkah yang Sangat Kecil
Tujuan besar sering terasa menakutkan karena kita melihat keseluruhan perjalanan sekaligus.
" Saya ingin punya bisnis sendiri."
" Saya ingin menjadi lebih sehat."
" Saya ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."
" Saya ingin menulis buku."
" Saya ingin memiliki kondisi finansial yang lebih stabil."
Semua tujuan tersebut terdengar besar.
Ketika kita hanya melihat hasil akhirnya, otak dapat menganggap tugas tersebut sebagai sesuatu yang berat dan sulit dimulai.
Karena itu, ubahlah tujuan besar menjadi tindakan kecil yang dapat dilakukan hari ini.
Jika ingin menulis buku, jangan hanya berkata, "Saya harus menyelesaikan sebuah buku."
Katakan:
Hari ini saya akan menulis 300 kata.
Jika ingin menjadi lebih sehat, jangan hanya berkata:
Saya harus mengubah seluruh gaya hidup saya.
Mulailah dengan:
Saya akan berjalan kaki selama 20 menit hari ini.
Jika ingin meningkatkan kemampuan profesional, jangan hanya berkata:
Saya harus menjadi ahli.
Mulailah dengan:
Saya akan belajar selama 30 menit malam ini.
Langkah kecil mungkin terlihat tidak berarti.
Namun, konsistensi membuat tindakan-tindakan kecil tersebut terakumulasi menjadi perubahan yang besar.
Yang perlu kamu tanyakan setiap hari bukan hanya, "Apakah saya sudah mencapai tujuan?"
Tetapi:
"Apa satu tindakan yang bisa saya lakukan hari ini agar sedikit lebih dekat dengan tujuan tersebut?"
Pertanyaan sederhana itu dapat mengubah cara kamu menjalani proses.
4. Bangun Sistem, Jangan Hanya Mengandalkan Motivasi
Banyak orang menunggu motivasi sebelum melakukan sesuatu.
Ketika merasa bersemangat, mereka bekerja keras. Ketika suasana hati buruk, semuanya berhenti.
Masalahnya, motivasi tidak selalu stabil.
Ada hari ketika kamu merasa sangat bersemangat. Ada pula hari ketika kamu lelah, bosan, kecewa, atau tidak memiliki energi.
Jika pencapaian tujuan sepenuhnya bergantung pada perasaan, konsistensi akan menjadi sangat sulit.
Karena itu, lebih baik membangun sistem yang membuat tindakan penting menjadi lebih mudah dilakukan.
Misalnya, jika ingin membaca lebih banyak, letakkan buku di tempat yang mudah terlihat dan tentukan waktu membaca tertentu.
Jika ingin berolahraga di pagi hari, siapkan pakaian olahraga sejak malam.
Jika ingin mengurangi penggunaan media sosial ketika bekerja, jauhkan ponsel dari meja atau gunakan pengaturan yang membatasi gangguan.
Prinsipnya sederhana:
Jangan hanya mengandalkan kemauan. Aturlah lingkungan agar mendukung perilaku yang ingin kamu bangun.
Semakin sedikit hambatan yang harus kamu lewati untuk memulai sebuah kebiasaan, semakin besar kemungkinan kamu melakukannya secara konsisten.
5. Belajar Mengelola Gangguan dan Menjaga Perhatian
Kita hidup dalam lingkungan yang dirancang untuk menarik perhatian.
Notifikasi muncul. Pesan masuk. Video pendek terus berganti. Informasi baru selalu tersedia. Satu hal belum selesai, kita sudah mendapatkan rangsangan baru dari hal lainnya.
Akibatnya, kita bisa merasa sibuk sepanjang hari tanpa benar-benar menyelesaikan pekerjaan yang paling penting.
Jika ingin mendekatkan diri kepada tujuan hidup, kamu perlu belajar melindungi perhatianmu.
Cobalah menentukan periode tertentu untuk melakukan pekerjaan tanpa gangguan.
Misalnya, selama 30–60 menit:
matikan notifikasi yang tidak penting,
jauhkan ponsel,
tutup tab yang tidak berkaitan,
kerjakan satu tugas,
dan hindari berpindah-pindah pekerjaan tanpa alasan.
Kamu tidak harus berkonsentrasi selama berjam-jam.
Yang lebih penting adalah memberikan perhatian penuh kepada satu hal pada satu waktu.
Ketika dilakukan secara konsisten, kemampuan untuk berkonsentrasi dapat menjadi kebiasaan.
Dan semakin baik kamu mengendalikan perhatian, semakin besar kemungkinan waktumu digunakan untuk sesuatu yang benar-benar kamu pedulikan.
6. Jangan Terlalu Sibuk Membandingkan Perjalananmu dengan Orang Lain
Salah satu pencuri fokus yang paling halus adalah perbandingan sosial.
Kamu melihat seseorang yang seusiamu sudah memiliki karier bagus.
Kamu melihat orang lain membangun bisnis.
Ada yang menikah.
Ada yang membeli rumah.
Ada yang bepergian ke berbagai tempat.
Ada yang tampaknya sudah mengetahui tujuan hidupnya.
Kemudian kamu melihat dirimu sendiri dan berpikir:
"Kenapa saya belum seperti mereka?"
Perbandingan semacam ini dapat membuat kita lupa bahwa setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, tantangan, sumber daya, dan garis waktu yang berbeda.
Kamu tidak sedang menjalani perlombaan dengan semua orang.
Tujuan hidupmu juga tidak harus terlihat mengesankan bagi orang lain.
Yang lebih penting adalah apakah kehidupan yang sedang kamu bangun sesuai dengan nilai dan kebutuhanmu.
Daripada bertanya:
"Apakah saya lebih sukses daripada orang lain?"
Cobalah bertanya:
"Apakah saya lebih dekat dengan tujuan saya dibandingkan beberapa bulan yang lalu?"
Itulah bentuk perbandingan yang jauh lebih sehat.
Bandingkan dirimu dengan dirimu yang sebelumnya.
Jika sekarang kamu lebih disiplin, lebih berani, lebih terampil, lebih sadar terhadap pilihanmu, atau lebih konsisten daripada sebelumnya, itu adalah kemajuan.
Tidak semua kemajuan terlihat spektakuler.
Kadang-kadang kemajuan hanya berupa keputusan kecil yang tidak diketahui siapa pun.
7. Evaluasi Secara Berkala dan Beri Dirimu Ruang untuk Berubah
Memiliki tujuan bukan berarti kamu harus mempertahankan rencana yang sama selamanya.
Manusia berubah.
Prioritas berubah. Pengalaman bertambah. Nilai hidup dapat menjadi lebih jelas. Sesuatu yang dulu kamu inginkan mungkin ternyata tidak lagi sesuai dengan dirimu.
Karena itu, penting untuk melakukan evaluasi secara berkala.
Misalnya, setiap akhir minggu atau akhir bulan, luangkan waktu untuk bertanya:
Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
Apa yang membuat saya kehilangan fokus?
Aktivitas apa yang paling banyak menghabiskan waktu tetapi memberikan sedikit manfaat?
Apakah tindakan saya saat ini benar-benar mendukung tujuan saya?
Apa yang perlu saya kurangi?
Apa yang perlu saya lanjutkan?
Apa satu hal yang bisa saya lakukan lebih baik minggu depan?
Evaluasi seperti ini membantu kamu melihat apakah kehidupan sehari-hari benar-benar sejalan dengan tujuan yang kamu katakan penting.
Sebab ada perbedaan besar antara mengatakan sesuatu penting dan memberikan waktu untuk sesuatu tersebut.
Jika kamu mengatakan kesehatan penting, tetapi tidak pernah menyediakan waktu untuk menjaganya, mungkin ada sesuatu yang perlu dievaluasi.
Jika kamu mengatakan ingin mengembangkan karier, tetapi setiap malam menghabiskan berjam-jam untuk hal yang tidak mendukung perkembangan tersebut, mungkin prioritasmu perlu ditata kembali.
Tujuan hidup tidak hanya terlihat dari apa yang kita katakan.
Sering kali, tujuan hidup terlihat dari apa yang kita lakukan berulang kali.
Fokus Bukan Berarti Hidup Harus Sempurna
Satu hal penting yang perlu diingat: fokus bukan berarti kamu tidak pernah terdistraksi.
Kamu akan tetap kehilangan motivasi.
Kamu akan mengalami hari buruk.
Kamu mungkin kembali kepada kebiasaan lama.
Terkadang kamu akan mempertanyakan apakah tujuan yang sedang dikejar memang benar.
Itu semua merupakan bagian dari proses.
Jangan menganggap satu hari yang buruk sebagai bukti bahwa kamu gagal.
Yang jauh lebih penting adalah kemampuan untuk kembali ke arah yang ingin kamu tuju.
Jika hari ini kamu kehilangan fokus, kamu masih bisa memulai kembali besok.
Jika minggu ini tidak berjalan sesuai rencana, kamu masih bisa mengevaluasinya minggu depan.
Kemajuan tidak selalu berbentuk garis lurus.
Kadang-kadang kita maju, berhenti, mundur sedikit, lalu kembali maju dengan pemahaman yang lebih baik.
Yang penting adalah jangan menyerahkan kendali atas hidupmu hanya karena perjalananmu tidak sempurna.
Pada Akhirnya, Tujuan Hidup Dibangun dari Keputusan Sehari-hari
Memiliki tujuan besar memang penting.
Namun, kehidupan yang kita jalani pada akhirnya dibentuk oleh keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.
Apa yang kamu lakukan ketika bangun tidur.
Apa yang kamu pilih untuk mendapatkan perhatianmu.
Dengan siapa kamu menghabiskan waktu.
Apa yang kamu lakukan ketika tidak ada yang melihat.
Kebiasaan apa yang terus kamu ulangi.
Hal-hal kecil tersebut mungkin tidak terasa penting pada hari ini.
Tetapi ketika dilakukan berulang selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, dampaknya bisa sangat besar.
Karena itu, jika kamu ingin lebih fokus dan semakin dekat dengan tujuan hidupmu, jangan terlalu terobsesi dengan seberapa jauh perjalanan yang masih tersisa.
Fokuslah pada langkah yang ada di depanmu.
Tentukan apa yang penting.
Kurangi tujuan yang tidak perlu.
Pecah tujuan besar menjadi tindakan kecil.
Bangun sistem yang mendukung kebiasaanmu.
Lindungi perhatianmu dari gangguan.
Berhenti menjadikan hidup orang lain sebagai ukuran perjalananmu.
Dan evaluasi arahmu secara berkala.
Kamu tidak harus mengetahui seluruh jalan sebelum mulai berjalan.
Terkadang, kejelasan justru muncul setelah kamu mengambil beberapa langkah.
Hidup yang lebih terarah tidak dibangun dalam satu keputusan besar, tetapi melalui banyak keputusan kecil yang terus-menerus mengarah pada sesuatu yang benar-benar kamu anggap berarti.