
seseorang yang menjadi manajer yang kurang baik./Magnific/yanalya
JawaPos.com - Menjadi seorang manajer sering kali terlihat seperti sebuah pencapaian. Jabatan meningkat, tanggung jawab bertambah, keputusan kita mulai memengaruhi banyak orang, dan secara sosial posisi tersebut dianggap sebagai tanda keberhasilan.
Namun, ada sisi lain dari menjadi manajer yang jarang dibicarakan.
Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa seperti hanya menjalankan peran, bukan menjalani sesuatu yang benar-benar mereka inginkan.
Mereka datang ke kantor, memimpin rapat, memberikan instruksi, mengejar target, menyelesaikan konflik, membuat laporan, dan mengambil keputusan. Dari luar semuanya terlihat baik-baik saja.
Tetapi di dalam diri muncul pertanyaan:
"Sebenarnya, apakah aku memang menginginkan kehidupan seperti ini?"
Perasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang membenci pekerjaannya. Bisa jadi ia hanya terlalu lama mengikuti tuntutan lingkungan, ekspektasi perusahaan, keinginan atasan, atau gambaran kesuksesan yang dibentuk oleh orang lain.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (4/9), dalam psikologi, fenomena seperti ini dapat dipahami melalui konsep motivasi intrinsik, otonomi, nilai pribadi, dan regulasi diri. Seseorang dapat menjalankan sesuatu dengan sangat disiplin, tetapi belum tentu merasa bahwa tindakannya benar-benar berasal dari dirinya sendiri.
Inilah mengapa seorang manajer perlu lebih dari sekadar kemampuan memimpin orang lain. Ia juga perlu mampu memimpin dirinya sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022