Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20.57 WIB

7 Penyebab Umum Terkurasnya Energi dan Bagaimana Upaya Bijak Dapat Membantu Anda Memulihkan Energi

seseorang yang terkuras energi./Magnific/jcomp - Image

seseorang yang terkuras energi./Magnific/jcomp

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa lelah padahal aktivitas hari itu sebenarnya tidak terlalu berat? Anda mungkin tidak melakukan pekerjaan fisik yang melelahkan, tetapi tubuh terasa berat, pikiran sulit berkonsentrasi, dan motivasi untuk melakukan sesuatu seolah menghilang. Kondisi seperti ini cukup umum dialami dalam kehidupan modern.

Energi manusia tidak hanya terkuras karena aktivitas fisik. Dalam psikologi, perhatian, pengambilan keputusan, pengelolaan emosi, tekanan sosial, serta berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari juga dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Karena itu, memulihkan energi tidak selalu berarti tidur lebih lama. Kita juga perlu memahami apa yang sebenarnya menguras energi dan bagaimana meresponsnya secara bijak.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (15/8), terdapat tujuh penyebab umum terkurasnya energi dari sudut pandang psikologi, sekaligus berbagai upaya yang dapat membantu proses pemulihan.

1. Stres yang Berlangsung Terlalu Lama

Stres merupakan salah satu penyebab paling umum seseorang merasa kehabisan energi. Dalam jumlah tertentu, stres sebenarnya merupakan respons normal tubuh terhadap tuntutan atau ancaman. Masalah muncul ketika seseorang terus-menerus berada dalam kondisi tertekan tanpa memiliki kesempatan yang cukup untuk pulih.

Deadline pekerjaan, masalah keuangan, konflik hubungan, tuntutan keluarga, atau kekhawatiran mengenai masa depan dapat membuat pikiran terus berada dalam keadaan waspada.

Ketika tekanan berlangsung lama, seseorang dapat merasa seolah-olah tidak pernah benar-benar beristirahat. Bahkan ketika tubuh sedang duduk atau berbaring, pikiran masih memikirkan berbagai kemungkinan dan masalah.

Bagaimana memulihkan energi?

Langkah pertama bukan selalu menghilangkan seluruh sumber stres, karena hal tersebut sering kali tidak realistis. Yang lebih bijak adalah mengidentifikasi mana yang dapat dikendalikan dan mana yang tidak.

Cobalah membagi masalah menjadi tiga kategori:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore