Kalimat yang diucapkan pasangan yang saling membenci (Magnific/Rawpixel)
JawaPos.com - Psikologi kebencian terpendam dalam hubungan sering muncul lewat kalimat sederhana yang terlontar dalam percakapan sehari-hari.
Konflik memang wajar terjadi dalam hubungan pasangan, namun ada titik ketika hal itu berubah menjadi sesuatu yang lebih merusak.
Pasangan yang menyimpan kebencian mendalam cenderung menggunakan kata-kata yang saling menyalahkan dan melukai perasaan satu sama lain.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (7/8), berikut tujuh kalimat psikologi kebencian terpendam yang biasa diucapkan pasangan ketika hubungan mereka mulai retak.
1. Menuduh Pasangan Tidak Pernah Menuruti Permintaan
Penggunaan kata mutlak seperti tidak pernah dapat merusak hubungan karena terkesan menyalahkan secara berlebihan.
Ucapan semacam ini biasanya muncul dari rasa kecewa karena kebutuhan yang terus-menerus tidak terpenuhi.
Alih-alih menyelesaikan masalah, kalimat ini justru memperkeruh suasana dan memperbesar ketegangan di antara keduanya.
2. Mempertanyakan Mengapa Pasangan Tidak Mengetahui Sesuatu
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022