
seseorang yang masih gelisah meski telah mengurangi gaya hidup (Freepik/sodawhiskey)
JawaPos.com - Mengurangi gaya hidup sering kali dipandang sebagai langkah bijak untuk mengejar kedamaian batin, kestabilan finansial, dan kehidupan yang lebih sederhana.
Banyak orang yang memilih untuk hidup lebih minimalis, menghindari tekanan sosial untuk selalu tampil mewah atau sibuk mengejar pencapaian materi.
Namun, tak sedikit yang merasakan kegelisahan justru setelah menjalani hidup yang lebih sederhana.
Muncul rasa hampa, kecemasan yang tidak jelas sumbernya, atau perasaan seolah ada yang kurang.
Jika Anda mengalami hal tersebut, Anda tidak sendirian. Psikologi memberikan sejumlah penjelasan mengenai mengapa kegelisahan masih bisa hadir meski gaya hidup telah disederhanakan.
Dilansir dari Geediting, terdapat 8 kebenaran emosional yang mungkin menjelaskan alasannya:
1. Kebutuhan Emosional Tak Bisa Dipenuhi Hanya dengan Kesederhanaan Materi
Mengurangi konsumsi, berhemat, atau hidup minimalis memang dapat memberikan ruang bagi ketenangan, tetapi emosi manusia lebih kompleks dari sekadar apa yang kita miliki secara fisik.
Rasa dicintai, dihargai, merasa penting, dan memiliki tujuan adalah kebutuhan emosional yang mendalam.
Tanpa pemenuhan atas kebutuhan ini, hidup yang sederhana pun bisa terasa kosong.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022