Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 20.40 WIB

Seni Pengendalian Diri: 8 Kebiasaan Orang Disiplin yang Sering Menang dalam Jangka Panjang Menurut Psikologi

seseorang yang menang dalam jangka panjang./Magnific/Lifestylememory - Image

seseorang yang menang dalam jangka panjang./Magnific/Lifestylememory

JawaPos.com - Di dunia yang serba cepat, banyak orang mengira bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh bakat, kecerdasan, atau keberuntungan. Padahal, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa faktor yang sering membedakan orang-orang yang berhasil dalam jangka panjang adalah kemampuan mengendalikan diri.

Pengendalian diri bukan berarti menahan diri dari semua kesenangan atau menjalani hidup dengan penuh tekanan. Sebaliknya, ini adalah kemampuan untuk mengatur emosi, pikiran, dan tindakan agar tetap selaras dengan tujuan yang ingin dicapai. Orang yang memiliki pengendalian diri tinggi cenderung mampu mengambil keputusan yang lebih baik, bertahan menghadapi tantangan, dan tidak mudah tergoda oleh kepuasan sesaat.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (8/7), dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai self-control atau self-regulation. Banyak penelitian menemukan bahwa individu dengan tingkat pengendalian diri yang baik umumnya memiliki kesehatan mental lebih stabil, hubungan sosial yang lebih sehat, prestasi akademik maupun karier yang lebih tinggi, hingga kondisi keuangan yang lebih baik.

Lantas, kebiasaan apa saja yang membuat orang disiplin sering unggul dalam jangka panjang? Berikut delapan di antaranya.

1. Mereka Berfokus pada Kebiasaan, Bukan Motivasi

Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap motivasi sebagai bahan bakar utama kesuksesan. Padahal, motivasi bersifat fluktuatif. Ada hari ketika seseorang merasa sangat bersemangat, tetapi ada pula hari ketika semangat itu menghilang.

Orang yang disiplin memahami hal ini. Mereka tidak bergantung pada perasaan ingin bekerja atau belajar. Sebaliknya, mereka membangun sistem berupa kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Psikologi perilaku menjelaskan bahwa tindakan yang diulang dalam konteks yang sama akan semakin otomatis dilakukan oleh otak. Karena itulah, kebiasaan mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus mengandalkan kemauan.

Misalnya, seseorang yang selalu berolahraga setiap pukul enam pagi tidak lagi banyak berpikir apakah ia sedang bersemangat atau tidak. Jadwal tersebut telah menjadi bagian dari rutinitasnya.

Pelajaran penting: Fokuslah membangun rutinitas kecil yang dapat dilakukan setiap hari daripada menunggu motivasi datang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore