Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 23.06 WIB

Anda Tahu Seseorang Diam-diam Iri kepada Anda Ketika Mereka Menunjukkan 7 Perilaku Halus Ini Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam iri kepada temannya / foto: Magnific/gpointstudio

 

JawaPos.com - Perasaan iri atau envy adalah emosi manusia yang sangat umum. Dalam psikologi, iri muncul ketika seseorang merasa orang lain memiliki sesuatu yang mereka inginkan—bisa berupa pencapaian, status sosial, hubungan, atau bahkan kepercayaan diri.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (3/7), banyak orang justru menyembunyikannya karena alasan sosial, etika, atau citra diri. Akibatnya, perilaku iri sering muncul dalam bentuk halus dan tidak langsung.

Tetapi juga perlu dicatat: perilaku-perilaku berikut tidak bisa dijadikan bukti pasti seseorang iri. Bisa saja itu hanya kesalahpahaman, perbedaan kepribadian, atau konteks situasi.

Dengan kata lain, ini bukan “alat deteksi pasti”, melainkan pola psikologis yang kadang berkaitan dengan rasa iri yang tidak tersampaikan.

1. Mereka memberi pujian yang terasa “ganjil” atau tidak tulus

Orang yang menyimpan iri kadang tetap memberi pujian, tetapi dengan nada yang terasa kurang hangat atau sedikit menyelipkan sindiran halus.

Contohnya:

“Wah, hebat juga kamu bisa berhasil… aku nggak nyangka.”
“Bagus sih, tapi mungkin cuma kebetulan aja ya?”

Dalam psikologi sosial, ini disebut backhanded compliment—pujian yang bercampur dengan penurunan nilai.

Namun, tidak semua pujian seperti ini berasal dari iri. Bisa juga karena orang tersebut kurang terampil dalam komunikasi sosial.

2. Mereka sering meremehkan pencapaian Anda

Seseorang yang iri cenderung mengurangi nilai dari keberhasilan orang lain untuk melindungi harga diri mereka sendiri.

Misalnya:

Menganggap pencapaian Anda “tidak terlalu sulit”
Mengatakan “semua orang juga bisa kalau punya kesempatan”
Membandingkan dengan standar yang mengecilkan usaha Anda

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai downward comparison defense—cara ego melindungi diri dengan mengecilkan orang lain.

3. Mereka cepat mengganti topik saat Anda berhasil

Ketika Anda berbicara tentang pencapaian, mereka tampak kurang antusias atau cepat mengalihkan pembicaraan.

Ini bisa terjadi karena:

Ketidaknyamanan emosional
Perasaan tidak cukup baik dibandingkan Anda
Keinginan untuk menghindari rasa tidak nyaman

Namun, perlu diingat: sebagian orang memang tidak nyaman membahas keberhasilan (baik orang lain maupun diri sendiri) tanpa ada unsur iri.

4. Mereka tampak “bersaing” secara tidak sehat

Alih-alih mendukung, mereka selalu ingin “menyamai” atau bahkan “melampaui” Anda secara cepat dan terburu-buru.

Contoh:

Anda membeli sesuatu → mereka segera membeli yang lebih mahal
Anda mencapai sesuatu → mereka langsung menceritakan pencapaian serupa

Dalam psikologi, ini disebut competitive escalation, yang bisa muncul dari iri atau kebutuhan validasi diri.

Namun kompetisi juga bisa sehat—jadi konteks sangat penting.

5. Mereka memberi kritik yang tidak membangun

Orang yang iri kadang menyamarkan perasaan mereka dalam bentuk kritik yang tidak membantu.

Ciri-cirinya:

Fokus pada kelemahan kecil
Tidak memberi solusi
Terlihat seperti mencari kesalahan

Berbeda dengan kritik konstruktif, ini lebih bertujuan menurunkan rasa percaya diri orang lain.

Namun, kritik keras tidak selalu berarti iri—bisa juga gaya komunikasi yang blak-blakan.

6. Mereka terlihat kurang bahagia atas kabar baik Anda

Ketika Anda berbagi kabar baik, respons mereka:

datar
singkat
atau kurang ekspresif

Dalam psikologi emosi, ini bisa terkait dengan envy-induced emotional suppression, yaitu menekan ekspresi karena merasa tidak nyaman.

Tetapi jangan langsung menyimpulkan: sebagian orang memang memiliki ekspresi emosi yang datar secara alami (low emotional expressiveness).

7. Mereka sering membandingkan diri dengan Anda

Orang yang menyimpan iri sering secara halus membandingkan hidup mereka dengan hidup Anda.

Contoh:

“Kamu enak ya, aku nggak kayak kamu…”
“Kamu selalu beruntung sih dibanding aku”
Atau sebaliknya: menonjolkan kelebihan mereka untuk menyeimbangkan perasaan

Dalam psikologi, ini disebut social comparison theory (Leon Festinger), di mana manusia secara alami membandingkan diri dengan orang lain untuk menilai diri mereka sendiri.

Iri muncul ketika perbandingan ini terasa tidak seimbang.

Penting: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

Walaupun perilaku di atas bisa berkaitan dengan iri, psikologi modern menekankan bahwa:

Tidak ada satu perilaku pun yang cukup untuk “mendiagnosis” iri
Konteks hubungan sangat penting
Kepribadian, budaya, dan gaya komunikasi sangat berpengaruh

Kadang orang terlihat dingin bukan karena iri, tetapi karena:

introvert
kurang ekspresif
sedang stres
atau tidak sadar dengan dampak kata-katanya
Kesimpulan

Iri adalah emosi manusia yang normal, bukan sesuatu yang selalu negatif. Namun, ketika tidak dikelola dengan baik, ia bisa muncul dalam bentuk perilaku halus seperti meremehkan, membandingkan, atau memberi respons dingin.

Kunci utamanya bukan “mendeteksi siapa yang iri”, tetapi:

memahami dinamika sosial dengan bijak
tidak bereaksi berlebihan
dan menjaga batas emosional yang sehat

Karena pada akhirnya, ketenangan Anda tidak seharusnya bergantung pada apakah orang lain iri atau tidak—melainkan pada bagaimana Anda merespons dunia di sekitar Anda.

Kalau kamu mau, aku bisa
buat versi yang lebih “tajam” (lebih viral gaya media sosial) atau

versi yang lebih akademis dengan referensi penelitian psikologi.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore