Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 20.00 WIB

Jika Seseorang Diam-Diam Tidak Menyukai Anda, Mereka Biasanya Akan Menunjukkan 7 Perilaku Halus Ini Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam tidak menyukai temannya / foto: Magnific/garetsvisual

 

JawaPos.com - Tidak semua orang yang tidak menyukai kita akan mengatakannya secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga, ada orang-orang yang memilih menyembunyikan perasaan mereka demi menjaga hubungan tetap terlihat baik. Mereka tetap tersenyum, berbicara dengan sopan, bahkan sesekali membantu. Namun, di balik sikap tersebut, sering kali muncul tanda-tanda kecil yang sulit disadari.

Psikologi menjelaskan bahwa emosi yang ditekan sering kali tetap muncul melalui bahasa tubuh, pola komunikasi, hingga cara seseorang memperlakukan orang lain. Tentu saja, satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang tidak menyukai Anda. Banyak faktor lain seperti stres, kelelahan, atau masalah pribadi yang dapat memengaruhi sikap seseorang.

Karena itu, penting untuk melihat pola perilaku yang muncul secara konsisten, bukan sekadar satu kejadian.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (3/7), terdapat tujuh perilaku halus yang sering dikaitkan dengan seseorang yang diam-diam tidak menyukai Anda menurut berbagai temuan dalam ilmu psikologi.

1. Senyumnya Terlihat Dipaksakan

Senyum merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling mudah dikenali. Namun tidak semua senyum mencerminkan kebahagiaan yang tulus.

Dalam psikologi, dikenal perbedaan antara senyum tulus dan senyum sosial. Senyum yang tulus biasanya melibatkan otot di sekitar mata sehingga mata tampak ikut "tersenyum". Sebaliknya, senyum yang dipaksakan sering kali hanya melibatkan bibir tanpa perubahan ekspresi pada mata.

Jika seseorang selalu memberikan senyum yang terasa kaku saat bertemu Anda, tetapi terlihat jauh lebih santai ketika berbicara dengan orang lain, hal tersebut bisa menjadi salah satu petunjuk adanya ketidaknyamanan.

Meski demikian, jangan langsung mengambil kesimpulan. Ada orang yang memang kurang ekspresif secara alami atau sedang mengalami hari yang melelahkan.

2. Mereka Jarang Memulai Percakapan

Hubungan yang sehat biasanya ditandai dengan adanya usaha dari kedua belah pihak untuk menjaga komunikasi.

Jika Anda selalu menjadi orang yang menghubungi terlebih dahulu, membuka pembicaraan, atau mencari topik diskusi sementara mereka hampir tidak pernah melakukannya, bisa jadi mereka memang tidak memiliki ketertarikan untuk membangun hubungan yang lebih dekat.

Dalam konteks psikologi sosial, manusia cenderung mengalokasikan waktu dan energi kepada orang-orang yang mereka sukai atau anggap penting. Kurangnya inisiatif secara terus-menerus dapat menjadi sinyal bahwa Anda bukan prioritas bagi mereka.

3. Bahasa Tubuh Mereka Tertutup

Bahasa tubuh sering kali mengungkapkan apa yang tidak diucapkan oleh kata-kata.

Beberapa tanda bahasa tubuh yang dapat menunjukkan ketidaknyamanan antara lain:

Menyilangkan tangan saat berbicara.
Tubuh sedikit menjauh dari Anda.
Jarang melakukan kontak mata.
Mengarahkan kaki atau badan ke arah lain.
Sering melihat jam atau ponsel ketika Anda berbicara.

Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa seseorang cenderung secara tidak sadar membuka postur tubuh kepada orang yang mereka sukai, sementara postur tertutup lebih sering muncul ketika mereka merasa tidak nyaman atau ingin segera mengakhiri interaksi.

4. Mereka Memberikan Respons yang Singkat dan Datar

Pernahkah Anda mengirim pesan panjang lalu hanya dibalas dengan:

"Oke."
"Iya."
"Sip."
"Terserah."

Sesekali hal ini tentu wajar. Namun jika respons singkat tersebut terjadi hampir setiap kali Anda berkomunikasi, sementara mereka tampak antusias ketika berbicara dengan orang lain, ini bisa menjadi tanda minimnya keterlibatan emosional.

Dalam psikologi interpersonal, kualitas komunikasi sering kali mencerminkan kualitas hubungan. Orang yang tertarik biasanya akan mengajukan pertanyaan balik, memperpanjang percakapan, atau menunjukkan rasa ingin tahu.

Sebaliknya, respons yang sangat minim dapat menjadi bentuk menjaga jarak secara halus.

5. Mereka Jarang Memberikan Dukungan atau Apresiasi

Orang yang menyukai Anda umumnya ikut merasa senang ketika Anda memperoleh pencapaian.

Sebaliknya, seseorang yang diam-diam tidak menyukai Anda mungkin akan:

Mengabaikan keberhasilan Anda.
Mengganti topik pembicaraan.
Memberikan pujian yang terdengar hambar.
Bahkan sesekali mengecilkan pencapaian tersebut.

Fenomena ini berkaitan dengan perbandingan sosial. Ketika seseorang merasa terancam atau memiliki perasaan negatif terhadap orang lain, mereka bisa kesulitan memberikan apresiasi secara tulus.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua orang terbiasa mengekspresikan pujian secara verbal.

6. Mereka Sering Mengkritik dengan Cara yang Terselubung

Kritik sebenarnya penting untuk membantu seseorang berkembang. Namun kritik yang berasal dari niat baik berbeda dengan kritik yang terus-menerus bernada meremehkan.

Contohnya seperti:

"Bagus sih hasilnya, tapi sebenarnya masih banyak yang kurang."

"Oh, ternyata kamu bisa juga."

"Beruntung saja kali ini."

Komentar seperti ini dikenal sebagai "backhanded compliment", yaitu pujian yang sebenarnya mengandung unsur merendahkan.

Jika pola seperti ini terus muncul, psikologi menyebutnya sebagai bentuk agresi pasif, yaitu cara mengekspresikan ketidaksukaan tanpa mengatakannya secara terang-terangan.

7. Mereka Bersikap Berbeda Saat Ada Orang Lain

Salah satu tanda yang cukup jelas adalah perubahan perilaku tergantung situasi.

Misalnya:

Saat hanya berdua, mereka tampak dingin.
Saat berada di depan banyak orang, mereka mendadak ramah.
Mereka menjaga citra agar terlihat baik di mata orang lain, tetapi interaksi pribadi dengan Anda terasa berbeda.

Perubahan perilaku seperti ini sering muncul ketika seseorang ingin menghindari konflik terbuka namun tetap mempertahankan jarak emosional.

Psikologi menyebut bahwa individu sering menyesuaikan perilakunya berdasarkan norma sosial. Mereka mungkin tetap bersikap sopan di depan umum demi menjaga reputasi, meskipun memiliki perasaan negatif secara pribadi.

Jangan Terburu-Buru Menyimpulkan

Meskipun ketujuh perilaku di atas dapat menjadi petunjuk, penting untuk tidak langsung memberi label kepada seseorang.

Ada banyak alasan mengapa seseorang terlihat dingin atau menjaga jarak, seperti:

Sedang menghadapi tekanan pekerjaan.
Memiliki masalah keluarga.
Mengalami kecemasan sosial.
Memiliki kepribadian yang introver.
Sedang kelelahan secara fisik maupun emosional.

Psikologi modern menekankan pentingnya melihat konteks dan pola perilaku secara keseluruhan. Menilai seseorang hanya berdasarkan satu atau dua tindakan berisiko menimbulkan kesalahpahaman.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Jika Anda merasa seseorang memang tidak menyukai Anda, tidak selalu berarti Anda harus memaksakan hubungan tersebut.

Beberapa langkah yang lebih sehat antara lain:

Tetap bersikap sopan dan profesional.
Hindari membalas dengan sikap negatif.
Fokus membangun hubungan dengan orang-orang yang menghargai Anda.
Jika hubungan tersebut penting, cobalah berkomunikasi secara terbuka untuk menghindari kesalahpahaman.
Jangan menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran harga diri Anda.

Pada akhirnya, kita tidak dapat mengendalikan bagaimana setiap orang memandang kita. Yang bisa kita kendalikan adalah cara kita bersikap, berkomunikasi, dan menjaga integritas diri.

Penutup

Tidak semua ketidaksukaan diungkapkan secara terang-terangan. Sering kali, perasaan tersebut muncul melalui perubahan kecil dalam bahasa tubuh, cara berkomunikasi, hingga pola interaksi sehari-hari. Tujuh perilaku di atas dapat menjadi sinyal yang patut diperhatikan, tetapi bukan bukti mutlak bahwa seseorang membenci atau tidak menyukai Anda.

Pendekatan yang paling bijaksana adalah mengamati pola perilaku secara konsisten, memahami konteks yang melatarbelakanginya, serta menghindari kesimpulan yang terburu-buru. Dengan begitu, Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat, mengurangi salah paham, dan tetap menjaga ketenangan dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore