
seseorang yang berjalan dengan tangan di belakang panggung / foto: Magnific/piyato
JawaPos.com - Cara seseorang berjalan sering kali mencerminkan lebih dari sekadar kebiasaan fisik. Bahasa tubuh telah lama menjadi salah satu aspek yang dipelajari dalam psikologi karena dapat memberikan petunjuk mengenai emosi, tingkat kepercayaan diri, hingga kondisi mental seseorang. Salah satu gaya berjalan yang cukup menarik perhatian adalah berjalan dengan kedua tangan berada di belakang punggung.
Pose ini sering terlihat pada tokoh pemimpin, guru, orang lanjut usia, petugas keamanan, hingga seseorang yang sedang menikmati suasana taman. Namun, apakah posisi tangan di belakang punggung benar-benar memiliki makna psikologis tertentu?
Perlu dipahami sejak awal bahwa psikologi tidak dapat menentukan kepribadian seseorang hanya dari satu gerakan tubuh. Bahasa tubuh harus dilihat bersama konteks situasi, ekspresi wajah, cara berbicara, serta kebiasaan individu. Meski demikian, sejumlah penelitian mengenai komunikasi nonverbal menunjukkan bahwa posisi tangan di belakang punggung memang sering dikaitkan dengan beberapa kecenderungan perilaku tertentu.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat tujuh perilaku yang kerap diasosiasikan dengan orang yang berjalan sambil meletakkan tangan di belakang punggung.
1. Memiliki Rasa Percaya Diri yang Tinggi
Salah satu interpretasi paling umum dari posisi tangan di belakang punggung adalah rasa percaya diri.
Ketika seseorang berjalan tanpa memasukkan tangan ke saku atau menyilangkan tangan di depan tubuh, area dada dan tubuh bagian depan tetap terbuka. Dalam bahasa tubuh, postur terbuka sering dikaitkan dengan rasa aman terhadap lingkungan sekitar.
Orang yang percaya diri biasanya tidak merasa perlu melindungi tubuhnya melalui gerakan defensif. Mereka cenderung berjalan lebih santai, kepala tegak, dan langkah stabil.
Namun demikian, rasa percaya diri ini bukan berarti mereka selalu merasa superior. Bisa saja mereka hanya merasa nyaman dengan situasi yang sedang dihadapi.
2. Mencerminkan Sikap Tenang dan Tidak Terburu-buru
Berjalan dengan tangan di belakang punggung biasanya membuat langkah seseorang menjadi lebih lambat.
Posisi ini membatasi ayunan alami tangan sehingga ritme berjalan menjadi lebih santai. Dari sudut pandang psikologi perilaku, orang yang berjalan dengan tempo lambat sering kali sedang menikmati proses berpikir atau mengamati lingkungan.
Mereka tampak tidak dikejar waktu dan cenderung lebih menikmati momen dibandingkan terburu-buru mencapai tujuan.
Karena itulah gaya berjalan ini sering ditemukan pada orang yang sedang berjalan santai di taman, museum, atau area publik yang tenang.
3. Sedang Berpikir Mendalam
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
