Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 04.30 WIB

Orang Dewasa yang Masih Merasa Seperti Berpura-pura Menjadi Orang Dewasa Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura menjadi dewasa / foto: Magnific/wayhomestudio - Image

seseorang yang berpura-pura menjadi dewasa / foto: Magnific/wayhomestudio

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa seperti sedang "bermain peran" menjadi orang dewasa? Di luar terlihat mampu bekerja, membayar tagihan, mengambil keputusan, bahkan mungkin sudah berkeluarga. Namun di dalam hati, muncul pikiran seperti, "Sebenarnya aku belum benar-benar dewasa. Aku hanya sedang mencoba terlihat tahu apa yang kulakukan."

Jika ya, Anda tidak sendirian.

Banyak orang mengalami perasaan tersebut, dan dalam psikologi fenomena ini cukup umum. Menjadi dewasa ternyata bukan sekadar bertambah usia, memiliki pekerjaan tetap, atau mencapai berbagai pencapaian hidup. Kedewasaan juga berkaitan dengan perkembangan emosional, rasa percaya diri, dan kemampuan menerima bahwa tidak ada orang yang memiliki semua jawaban.

Menariknya, orang-orang yang masih merasa seperti "berpura-pura menjadi orang dewasa" sering kali menunjukkan sejumlah pola perilaku yang serupa. Hal ini bukan berarti mereka gagal menjadi dewasa, melainkan sedang berada dalam proses membangun identitas dan kepercayaan diri.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (26/6), terdapat sepuluh perilaku yang sering muncul menurut berbagai temuan dalam psikologi.

1. Terus-Menerus Merasa Tidak Tahu Apa yang Sedang Dilakukan

Banyak orang dewasa mengira bahwa orang lain memiliki hidup yang sudah sepenuhnya tertata. Akibatnya, ketika mereka merasa bingung atau ragu, mereka menganggap hanya dirinya yang "tidak kompeten."

Padahal kenyataannya, hampir semua orang pernah mengalami ketidakpastian.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan impostor syndrome, yaitu kecenderungan merasa tidak pantas atas pencapaian sendiri dan takut suatu saat orang lain akan mengetahui bahwa dirinya sebenarnya "tidak sehebat yang terlihat."

Orang yang mengalami kondisi ini sering berpikir:

"Aku hanya beruntung."
"Mereka pasti akan sadar kalau aku sebenarnya tidak cukup mampu."
"Aku cuma pura-pura tahu."

2. Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial membuat kehidupan orang lain tampak sangat teratur.

Ada teman yang membeli rumah.

Ada yang menikah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore