Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 03.35 WIB

Orang-Orang yang Tetap Berbuat Baik Bahkan Setelah Terluka Sering Kali Memiliki 8 Kekuatan Teguh Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berbuat baik bahkan setelah terluka / foto: Magnific/dotshock - Image

seseorang yang berbuat baik bahkan setelah terluka / foto: Magnific/dotshock

JawaPos.com - Dalam kehidupan, hampir setiap orang pernah mengalami kekecewaan, pengkhianatan, penolakan, atau perlakuan yang tidak adil. Pengalaman-pengalaman tersebut sering meninggalkan luka emosional yang mendalam. Tidak sedikit orang yang kemudian menjadi lebih tertutup, sinis, atau sulit mempercayai orang lain.

Namun, ada sekelompok orang yang tetap mampu menunjukkan kebaikan meskipun pernah disakiti. Mereka tidak membalas keburukan dengan keburukan. Mereka tetap menghormati orang lain, membantu ketika mampu, dan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang mereka yakini.

Psikologi menunjukkan bahwa perilaku seperti ini bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, kemampuan untuk tetap berbuat baik setelah mengalami luka emosional sering kali didukung oleh sejumlah kekuatan mental dan emosional yang sangat kuat.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat delapan kekuatan teguh yang sering dimiliki oleh orang-orang tersebut.

1. Ketahanan Emosional (Resilience)

Salah satu karakteristik paling menonjol dari orang yang tetap baik setelah terluka adalah ketahanan emosional atau resilience.

Ketahanan emosional bukan berarti seseorang tidak merasakan sakit. Mereka tetap merasakan sedih, marah, kecewa, atau terluka seperti orang lain. Bedanya, mereka tidak membiarkan pengalaman buruk tersebut mendefinisikan seluruh hidup mereka.

Mereka mampu bangkit kembali setelah mengalami kesulitan. Mereka melihat penderitaan sebagai bagian dari perjalanan hidup, bukan sebagai alasan untuk kehilangan jati diri.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa individu dengan tingkat resilience yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan mempertahankan pandangan hidup yang positif meskipun menghadapi tantangan berat.

2. Empati yang Mendalam

Banyak orang mengira bahwa pengalaman buruk akan membuat seseorang menjadi keras. Namun pada sebagian orang, luka justru memperdalam empati mereka.

Karena pernah merasakan sakit, mereka lebih memahami penderitaan orang lain. Mereka tahu bagaimana rasanya diabaikan, dikhianati, atau diremehkan. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam memperlakukan sesama.

Alih-alih berkata, “Saya pernah menderita, jadi orang lain juga harus merasakannya,” mereka memilih pendekatan yang berbeda: “Saya pernah menderita, jadi saya tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama.”

Empati seperti ini menjadi sumber kebaikan yang sangat kuat dan tulus.

3. Kemampuan Mengendalikan Diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore