Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 03.19 WIB

Mengapa Banyak Orang Tidak Bisa Nonton TV Tanpa Main HP? Ini Penjelasan Secara Psikologis

Ilustrasiorang yang tidak bisa menahan diri untuk tidak menggulir ponsel mereka sambil menonton TV. - Image

Ilustrasiorang yang tidak bisa menahan diri untuk tidak menggulir ponsel mereka sambil menonton TV.

JawaPos.com - Menonton tayangan favorit di televisi sembari menggulir layar ponsel pintar kini sudah menjadi pemandangan biasa di era modern. Kebiasaan santai mengisi waktu luang ini ternyata menyimpan indikasi psikologis yang cukup dalam.

Fenomena yang dikenal sebagai double screening ini sering jadi sinyal bahwa seseorang sedang melawan rasa cemas dan kesepian akut. Mereka juga mengalami kesulitan fokus dalam kehidupannya sehari-hari.

Bagi sebagian orang, melihat dua layar sekaligus adalah mekanisme pelarian dari pikiran sulit yang sengaja dihindari. Ada akar emosional kuat mengapa keheningan malah membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.

Dikutip dari Your Tango, berikut 8 ciri psikologis tersembunyi yang biasanya melekat pada orang yang sulit meletakkan ponsel saat menonton TV.

1. Kesulitan Memusatkan Fokus pada Satu Aktivitas

Orang yang suka menggunakan ponsel di depan televisi sering merasa gelisah jika hanya memusatkan perhatian pada satu hal. Menyalakan TV sekaligus menggulir media sosial justru memberi rasa tenang yang aneh bagi mereka.

Psikolog klinis Tiffany Taft jelaskan banyak orang sulit atasi kondisi kewalahan akibat stimulasi lebih di keseharian, baik dengan ADHD maupun tidak.

"Bagi sebagian orang, rangsangan dari dua layar ini menenangkan pikiran mereka yang berkecamuk, membantu otak rileks, dan melepaskan diri dari kekacauan batin," ungkap Tiffany.

2. Merasakan Kesepian di Tengah Keramaian

Di tengah maraknya kesepian global, banyak individu ingin koneksi nyata tapi hanya mendapatnya lewat ruang digital. Menonton film sambil membalas pesan atau komentar media sosial sering dipakai untuk rasa kebersamaan semu.

Penelitian dalam Annals of Behavioral Medicine tunjukkan keinginan terhubung daring lahir dari rasa terisolasi. Ponsel saat nonton TV membantu mereka merasa jadi bagian dari sesuatu lebih besar meski interaksinya tidak langsung.

3. Terjebak dalam Sindrom FOMO (Fear of Missing Out)

Ciri ini berupa kekhawatiran terus-menerus ada hal penting di luar sana tanpa mereka tahu. Skala prioritas terganggu, waktu luang tetap diiringi rasa ingin cepat cek informasi terbaru.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore