Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 03.13 WIB

7 Pilihan yang Anda Buat Sebelum Jam 9 Pagi Ini Menentukan Apakah Hari Anda Berjalan dengan Baik Menurut Psikologi

seseorang yang bangun tepat waktu / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang bangun tepat waktu / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Banyak orang menganggap bahwa kualitas hari ditentukan oleh peristiwa besar yang terjadi sepanjang hari. Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi, beberapa keputusan kecil yang diambil pada pagi hari sering kali memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap suasana hati, produktivitas, tingkat stres, dan kepuasan hidup secara keseluruhan.

Pagi hari adalah periode ketika otak masih memiliki cadangan energi mental yang relatif tinggi. Pilihan yang dibuat dalam beberapa jam pertama setelah bangun dapat menciptakan efek berantai yang memengaruhi cara seseorang berpikir, bertindak, dan merespons tantangan hingga malam hari.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat tujuh pilihan yang biasanya dibuat sebelum pukul 09.00 pagi dan dapat menentukan apakah hari Anda akan berjalan dengan baik atau justru terasa berat.

1. Memilih Bangun Tepat Waktu atau Menekan Tombol Snooze Berulang Kali

Saat alarm berbunyi, banyak orang tergoda untuk menekan tombol snooze beberapa kali. Sekilas tambahan lima atau sepuluh menit terasa menyenangkan, tetapi psikologi tidur menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru dapat membuat tubuh merasa lebih lelah.

Ketika seseorang kembali tertidur setelah alarm berbunyi, otak mulai memasuki siklus tidur baru. Saat alarm berikutnya berbunyi, siklus tersebut terputus sehingga muncul kondisi yang dikenal sebagai sleep inertia, yaitu rasa pusing, lamban, dan sulit berkonsentrasi setelah bangun.

Sebaliknya, memilih untuk langsung bangun membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis dengan lebih stabil. Orang yang memiliki jadwal bangun yang konsisten cenderung memiliki tingkat energi dan suasana hati yang lebih baik sepanjang hari.

2. Memilih Mengecek Ponsel atau Memberi Ruang bagi Pikiran untuk Tenang

Banyak orang menjadikan ponsel sebagai hal pertama yang dilihat setelah membuka mata. Notifikasi pekerjaan, berita negatif, media sosial, dan pesan yang belum dibalas dapat langsung membanjiri pikiran.

Dari sudut pandang psikologi, tindakan ini membuat otak segera masuk ke mode reaktif. Alih-alih memulai hari dengan tujuan yang ditentukan sendiri, seseorang justru membiarkan perhatian dan emosinya dikendalikan oleh informasi dari luar.

Sebaliknya, meluangkan 15–30 menit pertama tanpa ponsel dapat membantu menciptakan rasa kontrol yang lebih besar. Waktu tersebut bisa digunakan untuk meregangkan tubuh, minum air, berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati suasana pagi dengan tenang.

3. Memilih Fokus pada Hal yang Disyukuri atau Langsung Memikirkan Masalah

Psikologi positif telah lama menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan kuat dengan kesejahteraan mental. Pilihan sederhana untuk mengingat beberapa hal yang patut disyukuri setiap pagi dapat mengubah cara otak memandang hari.

Hal ini bukan berarti mengabaikan masalah yang ada. Namun, ketika seseorang memulai pagi dengan memikirkan segala sesuatu yang salah, otak menjadi lebih sensitif terhadap ancaman dan stres.

Sebaliknya, fokus pada hal-hal positif membantu menciptakan pola pikir yang lebih optimistis. Orang yang rutin melatih rasa syukur cenderung lebih tangguh menghadapi tekanan dan lebih mudah menemukan solusi ketika menghadapi kesulitan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore