
seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa / foto: Magnific/jcomp
JawaPos.com - Tidak semua orang tua sempurna. Mereka bisa lelah, melakukan kesalahan, atau tidak selalu memiliki jawaban yang tepat. Namun, ada satu hal yang sering membedakan orang tua yang luar biasa dari yang lain: cara mereka berbicara kepada anak-anaknya.
Menurut psikologi, kata-kata yang berulang kali didengar seorang anak dapat membentuk rasa percaya diri, kemampuan mengelola emosi, serta cara mereka memandang hubungan dengan orang lain. Kalimat-kalimat sederhana yang diucapkan dengan tulus sering kali meninggalkan pengaruh yang bertahan seumur hidup.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), jika Anda tumbuh dengan mendengar beberapa frasa berikut, kemungkinan besar Anda dibesarkan oleh orang tua yang memberikan fondasi emosional yang sehat.
1. “Aku bangga padamu, apa pun hasilnya”
Banyak anak tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta dan penghargaan harus diperoleh melalui prestasi. Namun, orang tua yang luar biasa memahami bahwa nilai seorang anak tidak ditentukan oleh nilai rapor, trofi, atau pencapaian tertentu.
Ketika orang tua mengatakan, “Aku bangga padamu,” bahkan ketika hasilnya tidak sempurna, mereka mengajarkan bahwa usaha lebih penting daripada kesempurnaan.
Psikolog Carol Dweck, yang dikenal dengan konsep growth mindset, menjelaskan bahwa penghargaan terhadap proses dan usaha membantu anak menjadi lebih tangguh dan tidak takut gagal.
Anak-anak yang mendengar kalimat ini cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
2. “Tidak apa-apa membuat kesalahan”
Kesalahan sering dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Padahal, menurut psikologi, kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar.
Orang tua yang sehat secara emosional tidak memperlakukan kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Mereka membantu anak memahami bahwa kesalahan adalah kesempatan untuk berkembang.
Ketika seorang anak mendengar, “Tidak apa-apa membuat kesalahan,” mereka belajar bahwa harga diri mereka tidak hancur hanya karena satu kegagalan.
Akibatnya, mereka lebih berani mencoba hal baru dan tidak terlalu takut terhadap penilaian orang lain.
3. “Ceritakan padaku apa yang kamu rasakan”
Sebagian orang dibesarkan dengan kalimat seperti, “Jangan cengeng,” atau “Sudah, jangan menangis.”

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
