
seseorang yang sebenarnya tidak baik / foto: Magnific/katemangostar
JawaPos.com - Banyak orang menganggap seseorang yang selalu ramah, jarang membantah, dan hampir tidak pernah marah sebagai pribadi yang baik. Namun, psikologi menunjukkan bahwa kebaikan dan penghindaran konflik bukanlah hal yang sama.
Orang yang benar-benar baik biasanya bertindak berdasarkan empati, integritas, dan kepedulian terhadap orang lain. Sementara itu, sebagian orang terlihat menyenangkan hanya karena mereka takut ditolak, dikritik, atau menghadapi ketegangan. Mereka lebih memilih menghindari konflik daripada mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
Sekilas, kedua tipe ini tampak serupa. Namun, seiring waktu, perbedaannya mulai terlihat.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), terdapat tujuh tanda halus bahwa seseorang mungkin sebenarnya bukan orang yang benar-benar baik, melainkan hanya takut menghadapi konflik.
1. Mereka Selalu Mengatakan “Ya”, tetapi Sering Tidak Menepati Janji
Pada awalnya, mereka tampak sangat membantu. Apa pun permintaan yang diajukan, jawabannya hampir selalu "ya".
Masalahnya, mereka sering gagal memenuhi komitmen tersebut.
Menurut psikologi, orang yang takut konflik cenderung mengatakan apa yang ingin didengar orang lain karena mereka tidak nyaman mengecewakan siapa pun. Mereka lebih takut mengatakan "tidak" daripada menghadapi konsekuensi dari janji yang tidak ditepati.
Akibatnya, orang lain merasa dikecewakan, meskipun tidak pernah ada penolakan secara langsung.
Orang yang benar-benar baik mungkin tidak selalu mengatakan "ya", tetapi ketika mereka berkomitmen, mereka berusaha memegang kata-kata mereka.
2. Mereka Tampak Ramah di Depan, tetapi Mengeluh di Belakang
Salah satu tanda paling umum dari penghindaran konflik adalah ketidakmampuan menyampaikan ketidaksetujuan secara langsung.
Alih-alih mengatakan, "Saya tidak setuju dengan keputusan itu," mereka memilih tersenyum di depan, lalu melampiaskan rasa kesal kepada orang lain.
Psikologi menyebut perilaku ini sebagai bentuk komunikasi pasif-agresif. Mereka menghindari konfrontasi langsung, tetapi emosi negatif tetap muncul dalam bentuk gosip, sindiran, atau keluhan tersembunyi.
Orang yang tulus biasanya mampu menyampaikan ketidaknyamanan dengan cara yang jujur dan penuh hormat, tanpa harus membicarakan orang lain di belakang.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
