Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 01.39 WIB

9 Hal yang Terlihat Seperti Tanda Kesuksesan, Padahal Bisa Menunjukkan Seseorang Sedang Berjuang Menurut Psikologi

seseorang yang tetap berjuang keras / foto: Magnific/pressfoto - Image

seseorang yang tetap berjuang keras / foto: Magnific/pressfoto

JawaPos.com - Di mata orang lain, kesuksesan sering diukur dari pencapaian yang terlihat: pekerjaan yang bagus, jadwal yang padat, penampilan yang rapi, atau kemampuan untuk selalu terlihat kuat. Namun psikologi menunjukkan bahwa apa yang tampak sebagai keberhasilan dari luar tidak selalu mencerminkan kondisi batin seseorang.

Tidak sedikit orang yang terlihat "baik-baik saja" dan bahkan dianggap sukses, padahal sebenarnya mereka sedang menghadapi tekanan, kecemasan, kelelahan, atau konflik internal yang besar.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), terdapat sembilan hal yang sering disalahartikan sebagai tanda kesuksesan, tetapi dalam beberapa kasus justru bisa menjadi sinyal bahwa seseorang sedang berjuang.

1. Selalu Sibuk dan Tidak Pernah Punya Waktu Luang

Dalam budaya modern, kesibukan sering dianggap sebagai lambang produktivitas dan kesuksesan. Orang yang jadwalnya penuh dianggap penting dan dibutuhkan.

Namun menurut psikologi, kesibukan yang berlebihan kadang menjadi cara untuk menghindari emosi yang tidak nyaman. Dengan terus bekerja atau memenuhi jadwal, seseorang tidak memiliki ruang untuk menghadapi rasa sedih, kesepian, atau kecemasan.

Jika seseorang merasa bersalah saat beristirahat atau takut ketika tidak melakukan apa pun, itu bisa menjadi tanda bahwa aktivitas yang berlebihan digunakan sebagai pelarian, bukan sekadar produktivitas.

2. Selalu Tampak Kuat dan Tidak Pernah Meminta Bantuan

Banyak orang mengagumi mereka yang terlihat mandiri dan mampu menghadapi segala sesuatu sendiri. Mereka dianggap tangguh dan dewasa.

Padahal, kemampuan untuk meminta bantuan juga merupakan bagian dari kesehatan psikologis. Orang yang selalu memendam masalah dan menolak dukungan terkadang merasa bahwa mereka tidak boleh terlihat lemah.

Di balik citra "kuat", bisa saja terdapat ketakutan untuk mengecewakan orang lain atau keyakinan bahwa mereka hanya akan dihargai jika mampu mengatasi semuanya sendirian.

3. Perfeksionisme yang Dipandang Sebagai Standar Tinggi

Perfeksionisme sering dipuji sebagai sifat orang sukses. Mereka teliti, disiplin, dan berorientasi pada kualitas.

Tetapi psikologi membedakan antara mengejar kualitas dan perfeksionisme yang tidak sehat. Pada kondisi tertentu, perfeksionisme muncul dari rasa takut gagal, takut ditolak, atau merasa nilai diri bergantung pada hasil yang sempurna.

Akibatnya, seseorang terus merasa tidak puas dengan dirinya sendiri, meskipun sudah mencapai banyak hal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore