Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 05.49 WIB

Jika Anda Masih Meminta Maaf untuk 10 Hal Ini, Anda Tanpa Sadar Mengorbankan Harga Diri Anda Sendiri Menurut Psikologi

seseorang yang meminta maaf / foto: Magnific/DC Studio - Image

seseorang yang meminta maaf / foto: Magnific/DC Studio

JawaPos.com - Banyak orang diajarkan sejak kecil bahwa meminta maaf adalah tanda kesopanan dan kedewasaan. Memang benar, kemampuan mengakui kesalahan merupakan kualitas yang penting dalam hubungan dan kehidupan sosial. Namun, psikologi juga menunjukkan bahwa meminta maaf secara berlebihan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak salah dapat menjadi tanda rendahnya harga diri dan kecenderungan untuk terlalu mengutamakan perasaan orang lain dibanding kebutuhan diri sendiri.

Ketika kata "maaf" digunakan terlalu sering, seseorang tanpa sadar mengirimkan pesan bahwa kebutuhan, pendapat, dan batasannya tidak sepenting orang lain. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat seseorang lebih mudah dimanfaatkan.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (23/6), terdapat 10 hal yang tidak seharusnya selalu Anda minta maafkan, karena menurut psikologi, melakukannya terus-menerus justru dapat mengorbankan harga diri Anda sendiri.

1. Memiliki Pendapat yang Berbeda

Tidak semua orang akan setuju dengan cara berpikir Anda, dan itu adalah hal yang wajar. Sayangnya, banyak orang merasa harus meminta maaf hanya karena memiliki pandangan yang berbeda.

Kalimat seperti, "Maaf, tapi saya sebenarnya tidak setuju," sering kali muncul bahkan ketika tidak ada yang salah dengan pendapat tersebut.

Psikologi menyebut bahwa individu dengan kecenderungan people-pleasing sering merasa bertanggung jawab menjaga kenyamanan semua orang. Padahal, perbedaan pendapat adalah bagian alami dari komunikasi yang sehat.

Anda tidak perlu meminta maaf hanya karena memiliki perspektif yang berbeda.

2. Mengatakan "Tidak"

Banyak orang merasa bersalah ketika menolak permintaan orang lain. Mereka takut dianggap egois, tidak peduli, atau mengecewakan.

Padahal, kemampuan mengatakan "tidak" adalah salah satu bentuk batasan yang sehat (healthy boundaries). Menurut psikologi, orang yang tidak mampu menetapkan batas sering mengalami kelelahan emosional dan stres berkepanjangan.

Menolak sesuatu yang memang tidak sanggup Anda lakukan bukanlah tindakan yang salah. Anda berhak melindungi waktu, energi, dan kesehatan mental Anda.

3. Membutuhkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ada anggapan bahwa selalu tersedia untuk orang lain adalah tanda kasih sayang. Akibatnya, banyak orang merasa perlu meminta maaf ketika ingin beristirahat atau menikmati waktu sendirian.

Padahal, me time bukanlah bentuk kemalasan atau sikap antisosial. Psikologi menunjukkan bahwa waktu untuk diri sendiri membantu memulihkan energi, meningkatkan kreativitas, dan menjaga keseimbangan emosional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore