
seseorang yang merasa kesepian saat natal./Freepik/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Natal sering digambarkan sebagai momen paling hangat dalam setahun: rumah penuh cahaya, meja makan ramai, tawa keluarga bersahut-sahutan, dan kenangan manis yang berulang dari tahun ke tahun.
Namun bagi sebagian orang—terutama mereka yang telah memasuki usia senja—Natal justru menjadi waktu ketika rasa sepi terasa paling tajam. Alih-alih damai, yang hadir adalah sunyi. Alih-alih syukur, yang muncul adalah rindu.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan pribadi atau kelemahan emosional.
Dilansir dari Geediting, psikologi memandang kesepian saat Natal sebagai hasil dari proses mental, sosial, dan biologis yang saling berkelindan.
Memahaminya membantu kita melihat bahwa rasa sepi itu wajar—dan, yang terpenting, bisa dikelola dengan penuh kasih pada diri sendiri.
1. Natal Memperkuat Kontras antara Harapan dan Kenyataan
Secara psikologis, Natal adalah “cermin sosial” yang memperbesar ekspektasi kebersamaan. Iklan, film, dan media sosial terus menampilkan gambaran keluarga utuh dan bahagia. Bagi lansia yang kehilangan pasangan, tinggal jauh dari anak, atau memiliki lingkar sosial yang menyusut, gambaran ini menciptakan kontras yang menyakitkan antara apa yang diharapkan dan apa yang dialami.
Otak manusia peka terhadap perbandingan. Ketika harapan kolektif meningkat, perasaan kekurangan menjadi lebih menonjol. Inilah mengapa kesepian di hari biasa terasa “tertahankan”, tetapi pada Natal terasa berlipat ganda.
2. Usia Senja dan Berkurangnya Peran Sosial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022