Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 22.15 WIB

Cara Mengetahui Orang yang Benar-Benar Tenang, Perhatikan 6 Hal Ini saat Situasi Genting

Ilustrasi, orang yang benar-benar tenang. Magnific/ drobotdean. - Image

Ilustrasi, orang yang benar-benar tenang. Magnific/ drobotdean.

JawaPos.com - Sering kali situasi genting memperlihatkan jati diri seseorang. Apakah seseorang benar-benar orang yang tenang atau tenang hanya dipermukaan saja supaya kondisi tidak semakin kacau?

Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Kamis (18/6), Anda dapat mengetahui bahwa seseorang benar-benar orang yang tenang dengan memerhatikan enam hal berikut saat situasi genting.

1. Tidak Menerima Pemikiran sebagai Fakta

Orang yang benar-benar tenang menganggap pikiran hanyalah perkiraan. Jadi, tidak semua pikiran perlu didengar.

Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Carissa Gustafson, seorang psikolog klinis, pikiran bukanlah fakta, karena pikiran bisa sangat terdistorsi.

Tapi, banyak orang yang menganggapnya sebagai kebenaran mutlak tentang bagaimana hidup seharusnya dijalani.

2. Tidak Mencari Pengakuan

Orang yang benar-benar tenang berhenti mencari validasi.

Mereka tahu kalau kebutuhan akan validasi berakar pada kebohongan, orang lain memiliki kekuatan untuk meningkatkan harga dirinya.

Psikolog Dr. Caroline Fleck menjelaskan bahwa mencari pujian itu bermasalah, karena Anda akhirnya menyesuaikan diri dalam berbagai cara untuk memenuhi harapan orang lain demi mendapatkan persetujuan yang merupakan kebalikan dari ketenangan.

Orang yang benar-benar tenang sadar kalau satu-satunya validasi yang dibutuhkannya hanyalah belas kasih yang muncul secara alami untuk diri sendiri dan orang lain ketika mereka kurang peduli.

3. Kurang Memikirkan Diri Sendiri

Orang yang benar-benar tenang berupaya lebih jarang memikirkan dirinya sendiri di luar perawatan diri yang penting.

Mereka memahami ketika tidak terlalu memikirkan diri sendiri, rasa minder mereka akan berkurang.

Lalu, mereka akan fokus pada hal-hal yang layak dipikirkan, seperti 'apa yang bisa diciptakan' atau 'bagaimana bisa membantu orang lain'.

4. Memahami Hubungan antara Pikiran dan Ketegangan

Semakin banyak yang dipikirkan, maka semakin besar stres yang dirasakan.

Tapi, kebanyakan orang mencoba menggunakan pikirannya untuk menenangkan diri. Mencoba berpikir positif yang dipercaya akan meredakan stress di tingkat pola pikir.

Padahal, itu tidak benar. Sejatinya, gerbang menuju ketenangan diakses melalui fisik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore