Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 20.39 WIB

Seni Tidak Terlalu Peduli: 10 Cara Sederhana untuk Melindungi Kedamaian Batin Anda

seseorang yang melindungi kedamaian batin./Magnific/user3980505 - Image

seseorang yang melindungi kedamaian batin./Magnific/user3980505

JawaPos.com - Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang merasa hidup mereka dipenuhi tekanan. Notifikasi tidak berhenti berbunyi, media sosial terus menampilkan kehidupan orang lain, pekerjaan menuntut hasil maksimal, dan lingkungan sekitar sering kali memiliki ekspektasi yang tidak realistis. Akibatnya, banyak orang hidup dalam keadaan lelah secara mental tanpa benar-benar menyadarinya.

Kita terlalu peduli pada pendapat orang lain. Terlalu memikirkan komentar kecil. Terlalu takut gagal. Terlalu sibuk membuktikan diri. Tanpa sadar, energi emosional kita habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak memberikan nilai nyata dalam hidup.

Padahal, menjaga kedamaian batin bukan berarti menghindari tanggung jawab atau menjadi pribadi yang cuek terhadap segalanya. Kedamaian batin justru lahir ketika seseorang mampu memilih dengan bijak apa yang layak dipikirkan dan apa yang sebaiknya dilepaskan.

Seni untuk tidak terlalu peduli bukan berarti menjadi dingin atau tidak punya empati. Ini adalah kemampuan untuk menjaga ruang mental agar tidak dipenuhi hal-hal yang merusak ketenangan diri. Dengan kata lain, kita belajar untuk berhenti memberikan perhatian berlebihan pada hal yang tidak bisa kita kontrol.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (27/5), terdapat 10 cara sederhana namun efektif untuk melindungi kedamaian batin Anda di tengah dunia yang penuh tekanan.

1. Berhenti Mencoba Menyenangkan Semua Orang

Salah satu sumber stres terbesar dalam hidup adalah keinginan untuk membuat semua orang puas. Kita ingin disukai, diterima, dipuji, dan dianggap baik oleh semua pihak. Namun kenyataannya, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba, akan selalu ada orang yang tidak menyukai Anda.

Ketika hidup terlalu bergantung pada validasi orang lain, kebahagiaan menjadi rapuh. Mood kita ditentukan oleh komentar orang lain. Harga diri kita bergantung pada penerimaan sosial.

Padahal, setiap orang memiliki sudut pandang berbeda. Apa yang dianggap baik oleh satu orang belum tentu dianggap baik oleh orang lain.

Belajar untuk menerima bahwa Anda tidak bisa menyenangkan semua orang adalah langkah besar menuju kedamaian batin.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore