
seseorang yang mandi di malam hari / foto: Magnific/pvproductions
JawaPos.com - Di banyak budaya, mandi di pagi hari dianggap sebagai rutinitas ideal untuk memulai hari dengan segar dan penuh energi. Namun, ada juga kelompok orang yang justru lebih nyaman mandi di malam hari sebelum tidur. Bagi sebagian orang, kebiasaan ini sekadar soal kenyamanan atau jadwal, tetapi menurut psikologi, preferensi waktu mandi juga bisa berkaitan dengan pola pikir, ritme biologis, dan cara seseorang mengatur hidupnya.
Tentu saja, ini bukan aturan mutlak—mandi malam tidak otomatis menentukan kepribadian seseorang. Namun, beberapa penelitian psikologi perilaku menunjukkan bahwa kebiasaan kecil sehari-hari sering mencerminkan preferensi mental yang lebih dalam.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (15/5), terdapat 10 cara berpikir yang sering dimiliki oleh orang yang lebih suka mandi di malam hari dibanding pagi hari.
1. Mereka cenderung lebih reflektif
Orang yang memilih mandi di malam hari sering memandang waktu malam sebagai kesempatan untuk memproses apa yang telah terjadi sepanjang hari.
Air hangat, suasana lebih tenang, dan minim distraksi membuat aktivitas mandi menjadi semacam ritual mental untuk berpikir, mengevaluasi keputusan, atau sekadar menenangkan pikiran.
Secara psikologis, kebiasaan ini sering dikaitkan dengan kecenderungan introspektif—kemampuan untuk melihat ke dalam diri dan merefleksikan pengalaman.
2. Mereka menghargai transisi dan penutupan hari
Bagi banyak orang, mandi malam bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga memberi sinyal psikologis bahwa hari telah selesai.
Psikologi kebiasaan menunjukkan bahwa ritual penutup membantu otak berpindah dari “mode aktif” ke “mode istirahat.”
Orang dengan kebiasaan ini sering memiliki pola pikir yang menghargai closure atau penyelesaian, baik dalam pekerjaan, hubungan, maupun rutinitas pribadi.
3. Mereka lebih fokus pada kenyamanan jangka panjang
Mandi pagi memberi manfaat instan: rasa segar dan cepat siap beraktivitas.
Sebaliknya, mandi malam lebih sering dipilih oleh orang yang memprioritaskan manfaat jangka panjang, seperti tidur lebih nyenyak, tubuh rileks, dan kualitas istirahat yang lebih baik.
Dalam psikologi keputusan, ini bisa menunjukkan delayed gratification—kemampuan memilih manfaat yang terasa nanti dibanding kepuasan instan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
