
seseorang yang menikmati kesendirian / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Di dunia yang terus bergerak cepat, kesendirian sering dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari. Banyak orang mengaitkannya dengan rasa sepi, keterasingan, atau bahkan kegagalan sosial. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa kemampuan menikmati waktu sendiri justru merupakan tanda kedewasaan emosional dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri.
Ada perbedaan besar antara sendiri dan kesepian. Kesepian adalah perasaan kekurangan koneksi yang bermakna, sementara kesendirian adalah kondisi fisik tanpa kehadiran orang lain. Artinya, seseorang bisa berada di tengah keramaian namun tetap merasa kesepian, atau justru sendirian tetapi merasa damai dan utuh.
Orang yang mampu menikmati kesendirian biasanya tidak melihat waktu sendiri sebagai kekosongan yang harus segera diisi. Mereka melihatnya sebagai ruang bernapas, kesempatan untuk kembali mengenal diri, dan bentuk kebebasan yang sulit ditemukan dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (20/5), terdapat 9 kebiasaan yang membuat kesendirian terasa seperti kebebasan, bukan kesepian.
1. Mereka membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri
Menikmati kesendirian dimulai dari satu hal sederhana: merasa nyaman dengan diri sendiri.
Banyak orang takut sendirian bukan karena tidak suka suasana sepi, tetapi karena ketika dunia menjadi tenang, mereka dipaksa berhadapan dengan pikiran, emosi, dan pertanyaan yang selama ini dihindari.
Orang yang menikmati waktu sendiri biasanya telah belajar menerima dirinya—kelebihan, kekurangan, kegagalan, dan proses hidupnya.
Mereka tidak membutuhkan distraksi konstan untuk merasa baik-baik saja. Kesendirian bagi mereka bukan ruang kosong, melainkan ruang bertemu dengan diri yang autentik.
2. Mereka punya ritual pribadi yang dinanti-nantikan
Kesendirian terasa menyenangkan ketika diisi dengan aktivitas yang memberi makna.
Orang yang menikmati waktu sendiri biasanya memiliki ritual personal: membaca buku di pagi hari, membuat teh hangat, journaling, berjalan sore, mendengarkan musik, atau merapikan ruangan.
Rutinitas kecil ini memberi struktur dan rasa nyaman.
Alih-alih merasa “tidak ada yang dilakukan,” mereka justru memiliki momen-momen sederhana yang membuat waktu sendiri terasa kaya dan penuh.
3. Mereka tidak mengukur nilai diri dari validasi sosial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022