Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 15.19 WIB

Jika Anda Masih Membaca Buku Fisik dan Bukan E-Reader, Anda Mungkin Memiliki 5 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang masih membaca buku fisik / foto: Magnific/pressfoto - Image

seseorang yang masih membaca buku fisik / foto: Magnific/pressfoto

JawaPos.com - Perdebatan antara buku fisik dan e-reader sudah berlangsung cukup lama. Di satu sisi, e-reader seperti Kindle menawarkan kemudahan, portabilitas, dan akses ribuan buku dalam satu perangkat. Di sisi lain, buku fisik tetap bertahan—bahkan berkembang di era digital.

Dalam psikologi kognitif dan perilaku, pilihan media membaca sering dikaitkan dengan kebiasaan, preferensi sensori, hingga cara seseorang memproses informasi. Namun penting dicatat: tidak ada “tipe kepribadian resmi” yang secara ilmiah hanya dimiliki oleh pembaca buku fisik. Yang ada adalah kecenderungan yang sering muncul dalam penelitian tentang pengalaman membaca dan preferensi teknologi.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (12/5), terdapat lima ciri yang sering dikaitkan dengan orang yang masih setia pada buku fisik.

1. Lebih Mengutamakan Pengalaman Sensorik dan Ritual

Banyak penelitian dalam psikologi pengalaman (experiential psychology) menunjukkan bahwa sebagian orang mendapatkan kepuasan dari aspek fisik sebuah aktivitas, bukan hanya hasilnya.

Pembaca buku fisik sering menikmati:

aroma kertas dan tinta
sensasi membalik halaman
berat dan tekstur buku di tangan
penanda halaman (bookmark, lipatan, atau catatan kecil)

Hal ini berkaitan dengan konsep embodied cognition, yaitu gagasan bahwa proses berpikir dipengaruhi oleh pengalaman fisik. Membaca buku fisik menciptakan ritual yang memberi rasa “hadir penuh” (mindful engagement).

Bagi sebagian orang, membaca bukan sekadar mengonsumsi informasi, tetapi sebuah pengalaman yang lengkap.

2. Cenderung Memiliki Fokus Lebih Stabil (Deep Attention Preference)

Studi tentang gangguan perhatian di era digital menunjukkan bahwa layar sering dikaitkan dengan distraksi—notifikasi, hyperlink, dan multitasking.

Sebaliknya, buku fisik memberikan pengalaman yang lebih “tertutup” dari gangguan eksternal. Tidak ada pop-up, tidak ada notifikasi.

Akibatnya, pembaca buku fisik sering:

lebih nyaman membaca dalam waktu lama tanpa interupsi
lebih menyukai “deep reading” dibanding scanning cepat
lebih fokus pada narasi atau argumen panjang

Namun ini bukan berarti mereka lebih “pintar” atau lebih fokus secara bawaan. Lebih tepatnya, mereka memilih lingkungan yang mendukung fokus mendalam.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore