
seseorang yang masih membaca buku fisik / foto: Magnific/pressfoto
JawaPos.com - Perdebatan antara buku fisik dan e-reader sudah berlangsung cukup lama. Di satu sisi, e-reader seperti Kindle menawarkan kemudahan, portabilitas, dan akses ribuan buku dalam satu perangkat. Di sisi lain, buku fisik tetap bertahan—bahkan berkembang di era digital.
Dalam psikologi kognitif dan perilaku, pilihan media membaca sering dikaitkan dengan kebiasaan, preferensi sensori, hingga cara seseorang memproses informasi. Namun penting dicatat: tidak ada “tipe kepribadian resmi” yang secara ilmiah hanya dimiliki oleh pembaca buku fisik. Yang ada adalah kecenderungan yang sering muncul dalam penelitian tentang pengalaman membaca dan preferensi teknologi.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (12/5), terdapat lima ciri yang sering dikaitkan dengan orang yang masih setia pada buku fisik.
1. Lebih Mengutamakan Pengalaman Sensorik dan Ritual
Banyak penelitian dalam psikologi pengalaman (experiential psychology) menunjukkan bahwa sebagian orang mendapatkan kepuasan dari aspek fisik sebuah aktivitas, bukan hanya hasilnya.
Pembaca buku fisik sering menikmati:
aroma kertas dan tinta
sensasi membalik halaman
berat dan tekstur buku di tangan
penanda halaman (bookmark, lipatan, atau catatan kecil)
Hal ini berkaitan dengan konsep embodied cognition, yaitu gagasan bahwa proses berpikir dipengaruhi oleh pengalaman fisik. Membaca buku fisik menciptakan ritual yang memberi rasa “hadir penuh” (mindful engagement).
Bagi sebagian orang, membaca bukan sekadar mengonsumsi informasi, tetapi sebuah pengalaman yang lengkap.
2. Cenderung Memiliki Fokus Lebih Stabil (Deep Attention Preference)
Studi tentang gangguan perhatian di era digital menunjukkan bahwa layar sering dikaitkan dengan distraksi—notifikasi, hyperlink, dan multitasking.
Sebaliknya, buku fisik memberikan pengalaman yang lebih “tertutup” dari gangguan eksternal. Tidak ada pop-up, tidak ada notifikasi.
Akibatnya, pembaca buku fisik sering:
lebih nyaman membaca dalam waktu lama tanpa interupsi
lebih menyukai “deep reading” dibanding scanning cepat
lebih fokus pada narasi atau argumen panjang
Namun ini bukan berarti mereka lebih “pintar” atau lebih fokus secara bawaan. Lebih tepatnya, mereka memilih lingkungan yang mendukung fokus mendalam.
3. Memiliki Keterikatan Emosional dengan Koleksi dan Kepemilikan
Psikologi kepemilikan (psychology of ownership) menjelaskan bahwa manusia cenderung memberi nilai emosional lebih tinggi pada objek fisik yang bisa disentuh dan dikoleksi.
Buku fisik sering menjadi:
simbol identitas (“ini buku favorit saya”)
koleksi pribadi yang dipajang
kenangan dari fase hidup tertentu
Rak buku bukan hanya tempat penyimpanan, tetapi juga representasi diri.
E-reader menyimpan semua buku dalam format digital yang “tidak terlihat”, sehingga tidak memberi efek visual koleksi yang sama. Karena itu, pembaca buku fisik sering lebih terikat secara emosional dengan koleksi mereka.
4. Lebih Menyukai Keterlibatan Kognitif yang Lambat (Slow Reading)
Dalam psikologi kognitif, ada konsep deep processing, yaitu pemrosesan informasi yang lebih lambat tetapi lebih bermakna.
Pembaca buku fisik cenderung:
membaca lebih perlahan
berhenti untuk merenung atau mencatat
lebih sering kembali ke halaman sebelumnya
tidak terburu-buru menyelesaikan bacaan
Ini bukan karena alatnya semata, tetapi juga preferensi gaya berpikir.
Membaca buku fisik sering dikaitkan dengan “slow reading”—pendekatan yang menekankan pemahaman, bukan kecepatan.
5. Lebih Tinggi dalam Preferensi terhadap Hal yang “Nyata” dan Taktil
Dalam psikologi persepsi, ada perbedaan antara pengalaman digital dan fisik. Beberapa orang memiliki kecenderungan lebih tinggi terhadap stimuli yang nyata dan bisa disentuh.
Pembaca buku fisik sering:
lebih menyukai catatan tangan daripada catatan digital
lebih nyaman dengan objek fisik sebagai referensi
merasa lebih “nyata” saat membaca dari kertas
Ini berkaitan dengan konsep tactile preference, yaitu kecenderungan menikmati pengalaman yang melibatkan sentuhan fisik.
Namun, ini bukan soal “anti teknologi”. Banyak pembaca buku fisik tetap menggunakan perangkat digital untuk pekerjaan, tetapi memilih buku fisik untuk pengalaman membaca.
Catatan Penting: Ini Bukan Klasifikasi Kepribadian
Walaupun poin-poin di atas sering dibahas dalam psikologi perilaku dan studi literasi, penting untuk menekankan bahwa:
Tidak ada bukti bahwa pembaca buku fisik memiliki kepribadian tertentu secara mutlak
Banyak orang menggunakan kedua format (hybrid reader)
Pilihan media lebih sering dipengaruhi situasi, bukan karakter tetap
Misalnya, seseorang bisa membaca novel di buku fisik, tetapi menggunakan e-reader saat bepergian.
Kesimpulan
Memilih buku fisik dibanding e-reader lebih berkaitan dengan preferensi pengalaman daripada tipe kepribadian yang kaku. Namun, jika dilihat dari kecenderungan psikologis, pembaca buku fisik sering menunjukkan pola:
menyukai pengalaman sensorik
lebih nyaman dengan fokus mendalam
memiliki keterikatan emosional dengan koleksi
cenderung membaca lebih lambat dan reflektif
menyukai hal yang bersifat nyata dan taktil

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
