
Ilustrasi orang yang lebih suka buku fisik daripada ebook (Geediting)
JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin digital, pilihan untuk membaca buku cetak terasa semakin langka.
Namun di balik kebiasaan sederhana membuka halaman kertas, ternyata tersembunyi pola pikir dan kebiasaan mental yang kuat.
Banyak orang mengira memilih buku fisik hanyalah soal nostalgia. Padahal, menurut psikologi, pilihan ini mencerminkan cara seseorang berhubungan dengan waktu, perhatian, dan dunia batinnya.
Dikutip dari laman Global English Editing, Rabu (14/01), orang yang lebih menyukai buku kertas dibanding ebook umumnya memiliki sejumlah kebiasaan mental yang kini perlahan menghilang dari kehidupan modern.
1. Mampu fokus mendalam tanpa gangguan
Membaca buku fisik membuat pikiran masuk ke dalam satu ruang perhatian. Tidak ada notifikasi, tidak ada tombol berpindah aplikasi, hanya Anda dan isi buku.
Kebiasaan ini melatih sustained attention, yaitu kemampuan untuk bertahan dalam satu aktivitas tanpa mudah terpecah.
Orang yang rutin membaca buku kertas cenderung lebih sabar mengikuti satu ide sampai tuntas, bukan hanya membaca cepat demi kuantitas.
2. Nyaman dengan ritme yang lambat
Buku fisik tidak bisa dipercepat. Anda harus membalik halaman satu per satu. Justru di situlah kekuatannya.
Psikologi menunjukkan bahwa kemampuan menikmati proses yang lambat berkaitan dengan kestabilan emosi dan pengambilan keputusan jangka panjang.
Orang yang terbiasa membaca perlahan tidak tergesa-gesa dalam hidup, dan lebih mampu memahami makna di balik pengalaman.
3. Daya ingat dan pemetaan mental lebih kuat
Saat membaca buku fisik, otak mengingat bukan hanya isi, tetapi juga posisi halaman, ketebalan buku, bahkan tekstur kertas. Ini disebut cognitive mapping.
