Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 16.39 WIB

Orang yang Tidak Merasa Perlu Membagikan Setiap Pendapatnya Secara Online Biasanya Menunjukkan 7 Kekuatan Kepribadian yang Sering Diremehkan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak merasa perlu membagikan setiap pendapat secara online. (Magnific/reezky11) - Image

seseorang yang tidak merasa perlu membagikan setiap pendapat secara online. (Magnific/reezky11)

JawaPos.com - Di era media sosial, ada tekanan halus yang terus-menerus mendorong orang untuk berkomentar tentang segala hal. Mulai dari isu politik, drama selebritas, tren viral, sampai pendapat tentang kehidupan orang lain—semuanya terasa seperti harus segera ditanggapi. Banyak orang merasa bahwa jika mereka diam, maka mereka “tidak relevan”, “tidak peduli”, atau bahkan “kurang cerdas”.

Padahal, psikologi menunjukkan sesuatu yang menarik: orang yang tidak merasa perlu membagikan setiap pendapatnya secara online sering kali justru memiliki kualitas mental dan emosional yang lebih kuat daripada yang terlihat di permukaan.

Mereka bukan tidak punya opini. Bukan juga tidak memahami isu yang sedang dibicarakan. Mereka hanya tidak merasa bahwa setiap pikiran harus dipublikasikan untuk mendapatkan validasi.

Dalam budaya digital yang menghargai reaksi cepat dan visibilitas tinggi, sikap seperti ini sering disalahartikan sebagai pasif, dingin, atau kurang percaya diri. Namun kenyataannya, diam yang sehat sering lahir dari kedewasaan psikologis.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kekuatan kepribadian yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tidak merasa perlu mengomentari semuanya di internet.

1. Mereka Memiliki Kontrol Diri Emosional yang Lebih Baik

Salah satu ciri utama kematangan emosional adalah kemampuan untuk tidak bereaksi secara impulsif terhadap setiap pemicu emosional.

Media sosial dirancang untuk memancing respons cepat. Konten kontroversial, komentar provokatif, dan berita yang memancing emosi dibuat agar orang langsung bereaksi—sering kali tanpa berpikir panjang.

Namun orang yang tidak selalu merasa perlu ikut berkomentar biasanya memiliki jeda psikologis antara emosi dan tindakan.

Mereka mampu bertanya pada diri sendiri:

“Apakah ini benar-benar perlu saya tanggapi?”
“Apakah komentar saya akan memberi manfaat?”
“Apakah saya sedang berbicara karena ingin membantu, atau hanya karena emosi?”

Dalam psikologi, kemampuan ini berkaitan dengan regulasi emosi dan kontrol impuls. Orang dengan regulasi emosi yang baik tidak membiarkan suasana hati sesaat mengendalikan perilaku mereka.

Mereka tidak mudah terpancing untuk ikut marah hanya karena semua orang sedang marah.

Dan di dunia digital yang penuh reaksi spontan, kemampuan ini adalah kekuatan yang langka.

2. Mereka Tidak Bergantung pada Validasi Eksternal

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore