Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 20.07 WIB

Orang yang Menertawakan Lelucon Mereka Sendiri Biasanya Memiliki 7 Kekuatan Tersembunyi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menertawakan leluconnya sendiri / freepik - Image

seseorang yang menertawakan leluconnya sendiri / freepik

JawaPos.com - Di banyak situasi sosial, orang yang tertawa pada leluconnya sendiri sering dianggap aneh, canggung, atau bahkan kurang peka. Ada anggapan tidak tertulis bahwa jika kamu harus tertawa sendiri atas leluconmu, berarti lelucon itu tidak cukup lucu.

Namun, psikologi melihat fenomena ini dari sudut pandang yang jauh lebih dalam.

Alih-alih menjadi tanda kelemahan sosial, kebiasaan menertawakan lelucon sendiri justru bisa mengindikasikan kekuatan mental, emosional, dan sosial yang tidak banyak disadari. Orang-orang seperti ini sering memiliki kualitas unik yang membuat mereka lebih tangguh dan autentik dalam menjalani hidup.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (29/4), terdapat 7 kekuatan tersembunyi yang sering dimiliki oleh orang yang menertawakan lelucon mereka sendiri.

1. Mereka Memiliki Rasa Percaya Diri yang Tinggi

Menertawakan lelucon sendiri menunjukkan bahwa seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada validasi orang lain untuk merasa “cukup baik.”

Mereka tidak menunggu orang lain tertawa untuk merasa lucu. Mereka sudah merasa puas dengan humor mereka sendiri.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self-validation, yaitu kemampuan untuk menghargai diri sendiri tanpa harus selalu disetujui oleh lingkungan.

Orang seperti ini biasanya:

Tidak mudah tersinggung
Lebih nyaman menjadi diri sendiri
Tidak takut terlihat “berbeda”

2. Mereka Lebih Autentik

Banyak orang menyaring perilaku mereka agar terlihat “normal” di mata sosial. Tapi orang yang tertawa pada leluconnya sendiri cenderung lebih jujur secara emosional.

Jika sesuatu terasa lucu bagi mereka, mereka akan mengekspresikannya tanpa menahan diri.

Ini adalah tanda keaslian (authenticity), yaitu kemampuan untuk:

Tidak berpura-pura
Tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain
Menunjukkan emosi secara natural

Autentisitas ini sering membuat mereka lebih menarik dan mudah dipercaya.

3. Mereka Memiliki Regulasi Emosi yang Baik

Tertawa, bahkan terhadap lelucon sendiri, adalah bentuk self-regulation yang kuat.

Psikologi menunjukkan bahwa humor adalah salah satu mekanisme coping terbaik untuk menghadapi stres.

Orang yang bisa menertawakan dirinya sendiri:

Lebih cepat pulih dari situasi sulit
Tidak terlalu larut dalam emosi negatif
Mampu mengubah tekanan menjadi sesuatu yang ringan

Dengan kata lain, mereka tidak hanya membuat orang lain tertawa—mereka juga menjaga kesehatan mental mereka sendiri.

4. Mereka Kreatif dan Berpikir Fleksibel

Humor membutuhkan kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak biasa.

Orang yang sering membuat lelucon (dan menikmatinya sendiri) biasanya memiliki:

Pola pikir yang fleksibel
Imajinasi yang aktif
Kemampuan menghubungkan ide secara unik

Bahkan jika orang lain tidak langsung “menangkap” leluconnya, itu tidak berarti lelucon tersebut buruk—bisa jadi cara berpikir mereka memang lebih out-of-the-box.

5. Mereka Tidak Takut Penilaian Sosial

Salah satu ketakutan terbesar manusia adalah dihakimi.

Namun, orang yang tertawa pada lelucon mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka sudah melewati hambatan ini.

Mereka cenderung:

Tidak terlalu peduli dianggap aneh
Lebih berani berekspresi
Tidak mudah malu

Ini adalah tanda social resilience—ketahanan dalam menghadapi tekanan sosial.

6. Mereka Memiliki Hubungan yang Lebih Sehat dengan Diri Sendiri

Menikmati humor sendiri berarti seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Mereka tidak selalu membutuhkan orang lain untuk merasa bahagia.

Dalam jangka panjang, ini menciptakan:

Self-esteem yang stabil
Kemandirian emosional
Hubungan yang lebih sehat (karena tidak bergantung berlebihan)

Orang seperti ini biasanya lebih bahagia dalam kesendirian, tanpa merasa kesepian.

7. Mereka Membawa Energi Positif ke Lingkungan

Walaupun kadang terlihat canggung, orang yang menertawakan lelucon sendiri sering membawa suasana yang lebih ringan.

Tertawa itu menular.

Bahkan jika orang lain awalnya tidak tertawa, energi positif dari seseorang yang menikmati momennya sendiri bisa:

Mencairkan suasana
Mengurangi ketegangan
Membuat orang lain merasa lebih santai

Dalam banyak kasus, justru mereka yang akhirnya membuat lingkungan menjadi lebih hidup.

Kesimpulan

Menertawakan lelucon sendiri bukanlah tanda kegagalan sosial seperti yang sering diasumsikan. Sebaliknya, itu bisa menjadi indikator kekuatan psikologis yang jarang dimiliki banyak orang.

Mulai dari kepercayaan diri, autentisitas, hingga kemampuan mengelola emosi—semua kualitas ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.

Jadi, jika kamu termasuk orang yang sering tertawa pada leluconmu sendiri, mungkin itu bukan sesuatu yang perlu kamu hentikan.

Bisa jadi, itu justru salah satu kekuatan terbaikmu.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore