Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2026 | 02.35 WIB

7 Kebiasaan Belanja yang Tampak Hemat, Tapi Justru Menguras Uang dalam Jangka Panjang Menurut Psikologi

seseorang yang uangnya terkuras karena belanja./Freepik/BalashMirzabey - Image

seseorang yang uangnya terkuras karena belanja./Freepik/BalashMirzabey

JawaPos.com - Banyak orang merasa sudah berhemat ketika berbelanja. Diskon diburu, barang murah dipilih, dan promo dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Namun, menurut psikologi perilaku konsumen, tidak semua keputusan yang “terlihat hemat” benar-benar menguntungkan. Justru, beberapa kebiasaan ini diam-diam membuat pengeluaran jadi lebih besar dalam jangka panjang.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena otak manusia sering dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, dan ilusi penghematan.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis(9/4), terdapat tujuh kebiasaan belanja yang tampak bijak, tetapi sebenarnya bisa merugikan.

1. Terlalu Fokus pada Diskon Besar

Melihat label “Diskon 50%” seringkali langsung memicu dorongan membeli. Secara psikologis, ini dikenal sebagai anchoring effect, di mana harga awal dijadikan patokan sehingga harga diskon terasa sangat murah.

Masalahnya:

Kita membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan
Pengeluaran total tetap meningkat karena frekuensi belanja bertambah

Intinya: Hemat bukan berarti membeli lebih murah, tapi membeli hanya yang diperlukan.

2. Membeli dalam Jumlah Besar (Bulk Buying) Tanpa Perencanaan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore