
Ilustrasi hubungan toksik (Freepik)
JawaPos.com – Hubungan yang menguras energi dan membuat stres dapat berdampak buruk pada kesehatan mental serta emosi. Memahami kondisi ini penting agar bisa mengambil langkah tepat guna menjaga diri dan kebahagiaan.
Hubungan toksik adalah interaksi antara dua orang yang menurunkan rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional salah satu pihak. Kondisi ini bisa muncul tanpa adanya kekerasan fisik, tetapi tetap menimbulkan tekanan psikologis signifikan.
Julie Schwartz Gottman, PhD, psikolog klinis dari Seattle, mendefinisikan hubungan beracun sebagai hubungan yang membuat seseorang merasa lebih buruk tentang diri sendiri. Andrea Syrtash, pakar hubungan dari New York, menyatakan hubungan toksik terasa tidak stabil, menguras tenaga, dan agresif secara emosional.
Mengetahui tanda-tanda hubungan toksik membantu menjaga kesehatan mental dan emosional. Selain itu, dapat mencegah dampak negatif jangka panjang pada interaksi sosial dan kehidupan pribadi.
Berikut 4 pertanyaan penting guna menilai hubungan toksik dan cara mengatasinya secara efektif dilansir dari laman Refinery:
1. Apakah Merasa Takut pada Pasangan?
Ketakutan pada pasangan bisa muncul tanpa kekerasan fisik. Ungkapan penghinaan atau ejekan yang terus-menerus bisa membuat perasaan sangat tidak nyaman.
Hal ini menyebabkan stres kronis dan menurunkan rasa percaya diri. Penting mengenali momen ketika merasa takut agar bisa mengambil tindakan.
Fokus pada komunikasi yang aman dan tentukan batasan jelas. Jika takut berlebihan, pertimbangkan dukungan profesional.
2. Apakah Pasangan Bersedia Berubah?
Hubungan sehat membutuhkan usaha dari kedua pihak. Pasangan yang tidak peduli dengan keluhan atau kebutuhan dapat menandakan dinamika yang tidak seimbang.
Ketidakmauan untuk berubah menimbulkan frustasi dan perasaan tidak dihargai. Memahami hal ini memungkinkan pengambilan keputusan lebih bijak.
Dorong percakapan terbuka tentang harapan dan kebutuhan. Tetapkan kesepakatan atau batasan agar interaksi tetap sehat.
3. Bagaimana Hubungan Ini Mempengaruhi Harga Diri?
Harga diri yang menurun drastis bisa menjadi indikator hubungan yang merugikan. Kondisi ini sering muncul ketika kritik atau perilaku pasangannya terus-menerus.
Rasa tidak percaya diri dapat mempengaruhi keputusan dan produktivitas. Memperhatikan perubahan ini membantu menjaga identitas dan kemandirian.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
