Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 April 2026 | 15.05 WIB

Simak, 4 Pertanyaan Penting Guna Menilai Hubungan Toksik dan Cara Mengatasinya secara Efektif

Ilustrasi hubungan toksik (Freepik) - Image

Ilustrasi hubungan toksik (Freepik)

JawaPos.com – Hubungan yang menguras energi dan membuat stres dapat berdampak buruk pada kesehatan mental serta emosi. Memahami kondisi ini penting agar bisa mengambil langkah tepat guna menjaga diri dan kebahagiaan.

Hubungan toksik adalah interaksi antara dua orang yang menurunkan rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional salah satu pihak. Kondisi ini bisa muncul tanpa adanya kekerasan fisik, tetapi tetap menimbulkan tekanan psikologis signifikan.

Julie Schwartz Gottman, PhD, psikolog klinis dari Seattle, mendefinisikan hubungan beracun sebagai hubungan yang membuat seseorang merasa lebih buruk tentang diri sendiri. Andrea Syrtash, pakar hubungan dari New York, menyatakan hubungan toksik terasa tidak stabil, menguras tenaga, dan agresif secara emosional.

Mengetahui tanda-tanda hubungan toksik membantu menjaga kesehatan mental dan emosional. Selain itu, dapat mencegah dampak negatif jangka panjang pada interaksi sosial dan kehidupan pribadi.

Berikut 4 pertanyaan penting guna menilai hubungan toksik dan cara mengatasinya secara efektif dilansir dari laman Refinery:

1. Apakah Merasa Takut pada Pasangan?

Ketakutan pada pasangan bisa muncul tanpa kekerasan fisik. Ungkapan penghinaan atau ejekan yang terus-menerus bisa membuat perasaan sangat tidak nyaman.

Hal ini menyebabkan stres kronis dan menurunkan rasa percaya diri. Penting mengenali momen ketika merasa takut agar bisa mengambil tindakan.

Fokus pada komunikasi yang aman dan tentukan batasan jelas. Jika takut berlebihan, pertimbangkan dukungan profesional.

2. Apakah Pasangan Bersedia Berubah?

Hubungan sehat membutuhkan usaha dari kedua pihak. Pasangan yang tidak peduli dengan keluhan atau kebutuhan dapat menandakan dinamika yang tidak seimbang.

Ketidakmauan untuk berubah menimbulkan frustasi dan perasaan tidak dihargai. Memahami hal ini memungkinkan pengambilan keputusan lebih bijak.

Dorong percakapan terbuka tentang harapan dan kebutuhan. Tetapkan kesepakatan atau batasan agar interaksi tetap sehat.

3. Bagaimana Hubungan Ini Mempengaruhi Harga Diri?

Harga diri yang menurun drastis bisa menjadi indikator hubungan yang merugikan. Kondisi ini sering muncul ketika kritik atau perilaku pasangannya terus-menerus.

Rasa tidak percaya diri dapat mempengaruhi keputusan dan produktivitas. Memperhatikan perubahan ini membantu menjaga identitas dan kemandirian.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore