Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22.12 WIB

Orang yang Diam-Diam Tidak Bahagia dalam Pernikahannya Selalu Menunjukkan 9 Perilaku Ini di Acara Keluarga Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam tidak bahagia dalam pernikahan (Freepik/prostock-studio) - Image

seseorang yang diam-diam tidak bahagia dalam pernikahan (Freepik/prostock-studio)



JawaPos.com - Di mata orang lain, sebuah pernikahan sering terlihat baik-baik saja. Senyuman terpancar, foto-foto terlihat harmonis, dan interaksi tampak hangat. Namun, psikologi menunjukkan bahwa tidak semua kebahagiaan yang terlihat itu nyata.

Ada banyak individu yang sebenarnya menyimpan ketidakbahagiaan dalam pernikahan mereka—dan tanpa sadar, hal itu sering terlihat dalam situasi sosial, terutama saat acara keluarga.

Acara keluarga adalah ruang yang unik. Di sana, seseorang berada di bawah tekanan sosial untuk tampil “baik-baik saja”, tetapi juga berada dalam lingkungan yang cukup dekat untuk memunculkan kebocoran emosi.

Inilah sebabnya, perilaku tertentu bisa menjadi petunjuk halus bahwa seseorang sedang tidak bahagia dalam pernikahannya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 perilaku yang sering muncul, menurut perspektif psikologi:

1. Terlihat “Terlalu Sempurna” di Depan Orang Lain

Alih-alih santai dan alami, mereka justru tampak berusaha keras menunjukkan bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Senyum berlebihan, candaan yang dipaksakan, atau gestur romantis yang terasa tidak tulus bisa menjadi tanda kompensasi.

Secara psikologis, ini dikenal sebagai overcompensation—usaha menutupi ketidaknyamanan dengan menampilkan kebalikan dari kenyataan.

2. Minim Interaksi dengan Pasangan

Di acara keluarga, pasangan yang bahagia biasanya saling berinteraksi secara alami—berbagi cerita, kontak mata, atau sekadar duduk berdekatan. Namun, orang yang tidak bahagia cenderung menjaga jarak.

Mereka mungkin lebih sibuk dengan ponsel, berbicara dengan orang lain, atau bahkan secara fisik menghindari pasangan.

3. Mudah Tersinggung oleh Hal Kecil

Ketidakbahagiaan yang terpendam sering membuat emosi menjadi rapuh. Hal kecil seperti komentar ringan dari pasangan bisa memicu respons defensif atau sindiran.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan akumulasi emosi negatif yang belum terselesaikan.

4. Sering Melempar Candaan Sarkastik

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore