Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 15.18 WIB

Jika Anda Ingin Berhenti Merasa Lelah Setelah Setiap Panggilan Telepon Keluarga, Ucapkan Selamat Tinggal pada 6 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mulai tidak lelah setelah menerima telepon dari keluarga / freepik - Image

seseorang yang mulai tidak lelah setelah menerima telepon dari keluarga / freepik

JawaPos.com - Panggilan telepon dengan keluarga seharusnya menjadi momen hangat—tempat kita merasa didukung, dipahami, dan terhubung. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru merasa kelelahan emosional setelah berbicara dengan keluarga. Bahkan, ada yang sampai menghindari telepon karena tahu percakapan itu akan menguras energi.

Jika Anda pernah menutup telepon dengan perasaan lelah, kesal, atau bahkan bersalah, Anda tidak sendirian. Psikologi menjelaskan bahwa kelelahan ini seringkali bukan hanya disebabkan oleh keluarga itu sendiri, tetapi juga oleh pola kebiasaan kita dalam berinteraksi.

Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan yang bisa diubah untuk membuat pengalaman tersebut jauh lebih sehat dan ringan. Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/3), terdapat enam kebiasaan yang perlu Anda tinggalkan jika ingin berhenti merasa lelah setelah panggilan telepon keluarga.

1. Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Banyak orang masuk ke dalam panggilan keluarga dengan mindset: “Saya harus membuat semua orang senang.” Akibatnya, Anda terus mengiyakan, menahan pendapat, atau bahkan berpura-pura setuju demi menghindari konflik.

Masalahnya, kebiasaan ini menciptakan tekanan internal yang besar. Anda tidak menjadi diri sendiri, dan energi mental Anda terkuras untuk menjaga “harmoni palsu.”

Menurut psikologi, people-pleasing yang berlebihan bisa menyebabkan kelelahan emosional karena Anda terus-menerus mengabaikan kebutuhan sendiri.

Apa yang bisa dilakukan:
Mulailah memberi ruang untuk jujur secara sehat. Anda tidak harus selalu setuju—cukup sampaikan dengan tenang dan hormat.

2. Terlalu Terlibat dalam Drama Keluarga

Setiap keluarga pasti punya dinamika—gosip, konflik lama, atau perbedaan pendapat. Namun, terlalu larut dalam drama ini bisa sangat melelahkan.

Jika setiap telepon berubah menjadi sesi curhat panjang atau membahas konflik orang lain, Anda akan merasa seperti “tempat pembuangan emosi.”

Psikologi menyebut ini sebagai emotional dumping, di mana seseorang tanpa sadar menjadikan orang lain sebagai wadah beban emosinya.

Apa yang bisa dilakukan:
Tetapkan batas. Anda boleh mendengarkan, tapi tidak harus menyerap semuanya. Tidak semua masalah keluarga adalah tanggung jawab Anda.

3. Tidak Memiliki Batasan Waktu

Pernah berniat telepon 10 menit tapi berakhir satu jam? Tanpa batasan yang jelas, percakapan bisa melebar ke mana-mana dan membuat Anda kelelahan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore