Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Maret 2026 | 22.27 WIB

Orang yang Tetap Tenang di Bawah Tekanan Bukanlah Orang yang “Terlahir Tenang”, Mereka Mengembangkan 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tenang di bawah tekanan. (Freepik/seventyfour) - Image

seseorang yang tenang di bawah tekanan. (Freepik/seventyfour)

JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa ketenangan adalah sifat bawaan—sesuatu yang dimiliki sejak lahir. Kita sering melihat seseorang yang tetap santai saat menghadapi deadline ketat, konflik, atau situasi krisis, lalu berpikir, “Dia memang orangnya kalem dari dulu.”

Namun, psikologi modern menunjukkan hal yang berbeda. Ketenangan di bawah tekanan bukanlah bakat alami semata. Itu adalah hasil dari kebiasaan mental dan emosional yang dilatih secara konsisten. Orang-orang yang tampak “cool” dalam situasi sulit sebenarnya telah membangun sistem internal yang membantu mereka mengelola stres, bukan menghindarinya.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 7 kebiasaan utama yang mereka kembangkan:

1. Mereka Tidak Bereaksi Secara Otomatis

Saat tekanan datang, reaksi pertama manusia biasanya emosional: panik, marah, atau cemas. Namun orang yang tenang tidak langsung bereaksi.

Mereka memberi jeda.

Dalam psikologi, ini disebut response inhibition—kemampuan untuk menahan reaksi impulsif. Dengan jeda beberapa detik saja, mereka memberi ruang bagi otak rasional untuk mengambil alih, bukan emosi semata.

Hasilnya: keputusan yang lebih jernih dan minim penyesalan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore