Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Maret 2026 | 15.35 WIB

Anak-anak yang Selalu Diberi Tahu “Kamu Sangat Dewasa untuk Usiamu” Sering Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini Hingga Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang selalu diberi tahu lebih dewasa dari usianya (Freepik/garakta_studio) - Image

seseorang yang selalu diberi tahu lebih dewasa dari usianya (Freepik/garakta_studio)


JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang dewasa memuji seorang anak dengan kalimat seperti, “Kamu sangat dewasa untuk usiamu.” Sekilas, kalimat ini terdengar seperti pujian. Anak yang dianggap “dewasa sebelum waktunya” biasanya terlihat lebih tenang, lebih bijak, dan lebih mampu memahami situasi dibanding teman-temannya.

Namun, dalam kajian psikologi perkembangan, fenomena ini sering memiliki makna yang lebih dalam. Banyak anak yang terlihat “terlalu dewasa” sebenarnya mengalami proses yang disebut early emotional maturity atau bahkan parentification, yaitu kondisi ketika anak harus mengambil peran emosional atau tanggung jawab yang seharusnya dijalankan oleh orang dewasa.

Akibatnya, pola kepribadian tertentu bisa terbentuk sejak kecil dan terus terbawa hingga masa dewasa. Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering ditemukan pada orang dewasa yang sejak kecil sering dianggap “terlalu dewasa” untuk usianya.

1. Sangat Peka terhadap Emosi Orang Lain

Salah satu ciri paling umum adalah tingkat empati yang sangat tinggi. Sejak kecil, mereka terbiasa memperhatikan suasana hati orang di sekitarnya—orang tua, saudara, atau orang dewasa lainnya.

Karena terbiasa membaca situasi emosional di rumah, mereka menjadi sangat peka terhadap perubahan ekspresi, nada suara, atau bahasa tubuh orang lain.

Ketika dewasa, kemampuan ini sering berkembang menjadi:

Empati yang kuat

Kemampuan memahami orang lain dengan cepat

Kepekaan sosial yang tinggi

Namun di sisi lain, mereka juga bisa menjadi terlalu terbebani oleh emosi orang lain.

2. Terbiasa Menjadi “Penjaga” bagi Orang Lain

Anak yang sering disebut dewasa biasanya sudah terbiasa mengambil peran sebagai penenang, penengah konflik, atau bahkan “tempat curhat” bagi orang di sekitarnya.

Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan fenomena parentification, di mana anak harus berperan seperti orang dewasa bagi keluarga.

Ketika dewasa, mereka sering:

Menjadi teman yang selalu diandalkan

Menjadi pendengar yang baik

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore